FOTO: Senandung Rap dari Gaza

Reuters, CNN Indonesia | Kamis, 07/09/2017 06:55 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Ibrahim Ghunaim alias MC Gaza menjadi satu dari sekian rapper yang berkarier di Gaza, daerah kantong konflik selama satu dekade belakangan di Palestina.

Ibrahim Ghunaim alias MC Gaza menyenandungkan barisan lirik rap dengan ketukan irama berbeda di sebuah daerah kantong yang dikuasai umat Islam di Palestina. Daerah ini diguncang konflik internal dan tiga perang dengan Israel selama dekade terakhir. (REUTERS/Mohammed Salem)
Pria berusia 25 tahun ini tumbuh dengan mendengarkan rapper asal Amerika Serikat Eminem. Pada usia 13 tahun, ia pun mulai menekuni rap dan bermimpi untuk menjadi rapper internasional suatu hari nanti. (REUTERS/Mohammed Salem)
Butuh bertahun-tahun untuk mengubah persepsi publik tentang hip hop di Jalur Gaza yang konservatif, yang dikuasai gerakan Hamas pada 2007, dari pasukan yang setia hingga Presiden Palestina yang disokong oleh Barat, Mahmoud Abbas. (REUTERS/Mohammed Salem)
Para rapper di Gaza tidak memiliki awal yang mudah. Selain itu, penampilan perdana mereka pada 2005—saat merayakan penarikan pasukan dan pemukim Israel—juga tidak berjalan dengan baik. (REUTERS/Mohammed Salem)
Dalam acara tersebut, seorang pionir band rap harus melarikan diri dari panggung setelah sebuah kerumunan orang marah dengan apa yang dilihat mereka sebagai gestur tangan yang ofensif dari sang penampil. (REUTERS/Mohammed Salem)
Lagu-lagu Ghunaim fokus pada tingginya tingkat pengangguran di Gaza, hak-hak perempuan, pemuda Palestina yang dipenjara oleh Israel karena tuduhan pelanggaran keamanan dan tidak adanya perdamaian. Tahun ini, Ghunaim telah menulis 25 lagu. (REUTERS/Mohammed Salem)
Namun, sementara ketegangan sosial dan politik serta kekerasan memberikan banyak materi untuk liriknya, Gaza sendiri jauh dari tempat yang subur untuk mengembangkan karier hip hop. (REUTERS/Mohammed Salem)
Cukup sulit bagi warga Palestina biasa, termasuk musisi dan seniman, untuk mencari nafkah di wilayah pesisir kecil yang dikelilingi oleh Israel dan Mesir. (REUTERS/Mohammed Salem)
Israel dan Mesir telah berkontribusi pada kesengsaraan Gaza dengan membatasi secara ketat pergerakan orang dan barang dalam melintasi perbatasannya. (REUTERS/Mohammed Salem)
Ghunaim berpandangan, banyak artis hip hop lokal yang bermigrasi atau berhenti tampil karena mereka tidak dapat menemukan sponsor. Karenanya, ia ingin pergi dari Gaza. Meski demikian, Ghunaim tidak ingin minggat dari Gaza, sebelum bisa menjadi rapper terkenal di kampung halamannya itu. (REUTERS/Mohammed Salem)
Ghunaim kini tengah menggarap sebuah album baru yang disebutnya sebagai karya terakhir yang dibuat di Gaza. (REUTERS/Mohammed Salem)