Lewat tagar itu, netizen membahas bagaimana Raisa dan Hamish akan menjalani malam pertamanya hingga mengarah ke hal-hal yang masuk ke ranah pribadi.
[Gambas:Twitter]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sepertinya respons masyarakat terhadap pernikahan Raisa-Hamish memang sangat luas. Tagar-tagar ini enggak bisa dihindari, karena sebagai sebuah respons publik. Keduanya punya penggemar yang sama-sama banyak, hampir semua menggemari mereka,” katanya mengawali perbincangan kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Kamis (7/9).
Dia menambahkan, budaya masyarakat Indonesia yang cenderung obsesi terhadap hal-hal yang berkaitan dengan selebriti seharusnya ditahan dan tahu batas wajar.
"Cukup merespons dengan ikut bahagia, beri selamat, respons yang wajar saja, jangan terlalu dalam dan berlebihan sampai membayangkan ke malam pertamanya," tutur Enda lebih lanjut.
Raisa dan Hamish resmi menikah akhir pekan lalu. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika) |
Dia bahkan menyebut bahwa percakapan seperti dalam tagar #MalamPertamaRaisa bisa saja dikenakan sanksi hukum lewat pasal pornografi atau perilaku tak menyenangkan.
"Kebijakan internet di luar [negeri] itu ada ranah-ranah yang tidak boleh dilanggar, ranah privasi yang masuknya ke dalam etika. Banyak yang ketika menggunakan internet etika tidak digunakan, menggunjingkan hubungan pribadi dan itu bukan hal yang ditepat untuk dibicarakan di saluran publik seperti internet," ujarnya.
Damar berpandangan bahwa tindakan seperti itu kemungkinan bisa terkena sanksi hukum, salah satunya pasal terkait pornografi.
"Saya kurang tahu yang pasnya, kemungkinan kena pornografi, karena dalam undang-undang itu pornografi selain bentuk visual juga masuk tulisan, itu dalam pasal 27 ayat 1 UU ITE. Tapi kalau tidak spesifik menyangkut privasi, orangnya merasa terganggu rujukannya saya belum tahu, mungkin KUHP untuk perbuatan tidak menyenangkan," katanya.
UU tentang Pornografi sendiri lebih membahas soal penyebaran konten porno. Sementara di UU tentang ITE, ada larangan bagi lembaga atau individu untuk menyebarluaskan melalui internet, konten apa pun--termasuk tulisan, gambar, bahkan huruf dan kata--yang mengandung asusila.
Damar menyebut, sekali pun Raisa dan Hamish merupakan sosok publik figur yang harus menerima konsekuensi selalu menjadi sorotan, tapi dalam hal ini publik pun harus mempertimbangkan apa yang ingin dikemukakannya.
Damar juga menyarankan Raisa dan Hamish ikut memberi edukasi bagi netizen agar kejadian tersebut tidak terjadi kembali.
"Bentuknya edukasi untuk tidak seperti itu, karena itu bisa terjadi pada orang lain, dan belum tentu semua orang penerimaannya sama. Maka lebih baik mereka menyarankan berhenti untuk hal yang sifatnya pribadi," ujarnya.
Raisa dan Hamish resmi menikah akhir pekan lalu. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)