Berdasarkan laporan Engadget, total yang diperoleh pada semester pertama ini adalah US$4 miliar, atau Rp53,2 triliun, dengan 62 persen di antaranya berasal dari layanan streaming.
Bila tren itu terus berlanjut, industri musik AS bisa melampui jumlah perolehan tahun lalu yaitu senilai US$7,7 miliar (Rp 102 triliun), atau yang terbaik sejak 2009. Data ini berdasarkan statistik terbaru dari Recording Industry Association of America (RIAA).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, penjualan fisik terbilang stagnan. Berdasarkan laporan, penjualannya hanya menurun satu persen dan itu berkat penjualan vinil yang belakangan naik tiga persen.
Menanggapi hal itu, YouTube menyatakan bahwa sesungguhnya mereka telah membayar royalti lebih tinggi dibandingkan Spotify dan layanan streaming lainnya.
Dari keseluruhan perolehan yang didapat, laporan terakhir dari Goldman Sachs memperkirakan bahwa industri musik akan terus meningkat hingga US$41 miliar (Rp 545 triliun) pada 2030.