"Dia bukan dirinya sendiri. Dia tidak bahagia. Dia kelelahan, tak punya energi. Dia benar-benar sedang sengsara,” ungkapnya, seperti dikutip People. Karena itu Bieber butuh waktu.
“Dia butuh melangkah mundur, menyesuaikan ulang, lalu menentukan apa langkah selanjutnya.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum ‘menghilang’ dari publik, Bieber sempat membatalkan tur konser 'Purpose.' Ia bahkan sempat hendak ke Asia dan mengunjungi Indonesia, namun kemudian membatalkannya.
Setelah itu, dikabarkan Bieber sering berkunjung ke gereja dan perlahan-lahan kembali menjadi sosok yang dahulu, yang lebih baik dibanding saat ia sering mengacau.
Manajer Bieber, Scooter Braun mengaku sering menyalahkan dirinya ketika sang mantan kekasih Selena Gomez membuat masalah. Bieber memang punya ‘rapor merah’ sejak remaja.
"Saya mengecewakannya dari hari ke hari. Kami seperti tinggal di neraka karena dia berada di tempat yang suram,” ujarnya. Banyak orang yang kemudian meminta Braun berhenti. “Semua sudah berakhir. Fokuslah pada hal lain. Anak itu sudah berakhir,” kata mereka.
Namun Braun memilih tetap setia dengan pelantun What Do You Mean itu.
"Saya berjanji kepadanya saat ia berusia 13 tahun bahwa saya tidak akan pernah menyerah padanya. Saya berencana untuk menepati itu," ujar Braun. Ia merasa Bieber sudah seperti keluarganya sendiri. “Saya pikir hubungan kami sudah seperti kakak adik,” tuturnya, seperti dikutip dari People.
Menurut Braun, Bieber telah sampai pada titik terburuk dalam hidupnya. Melihatnya berhasil mengatasi itu dan bangkit kembali, baginya adalah sesuatu yang luar biasa.