Dalam sebuah wawancara dengan radio di Inggris, pelantun Too Good at Goodbyes tersebut mengatakan ia menggarap The Thrill of It All di tengah perjuangan 'move on' usai berpisah dengan kekasihnya.
Smith mengakui saat itu ia berada dalam kondisi yang amat galau dan menumpahkannya dalam bermusik. Namun, ia menyebut butuh waktu enam bulan hingga dia siap masuk ke studio kembali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peraih Grammy Awards ini pun menumpahkan kegalauan akibat patah hati dalam sebuah lagu bertajuk 'Burning' yang ada dalam album tersebut.
“Itu lagu paling personal yang pernah saya tulis dalam hidup saya,” kata Smith.
'Burning' merupakan lagu ke-5 dalam album tersebut. Lagu yang diiringi dengan denting piano itu mengisahkan kehilangan seorang kekasih.
Lihat juga:Sam Smith Bocorkan Isi Album Kedua |
Lagu tersebut tergolong minim akan instrumen lainnya dan menonjolkan emosi melodi dari lantunan lirik yang dinyanyikan Sam Smith.
“I've been burning/ Yes, I've been burning / Such a burden/ This flame on my chest/ No insurance to pay for the damage/ Yeah, I've been burning up since you left,” lantun Smith.
Smith menyebut, ia memutuskan bermusik usai menghadapi momen berat tersebut. Namun tetap saja, ia merasakan butuh waktu lebih lama untuk benar-benar pulih.
“Saya membiarkan semuanya masuk dalam lagu itu,” kata Smith.
[Gambas:Youtube]
“Dan lagu itu bagi saya tentang ketenaran sama dengan tanggung jawab yang saya rasakan juga tekanan serta hubungan saya dengan vokal saya, dan bagaimana saya sedikit memberontak tahun lalu. Itu tentang penghancuran diri sendiri, lagu itu,” lanjut Smith, seperti dikutip dari Billboard. (end)