Karier Harvey Weinstein di Hollywood Tamat

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Rabu, 01/11/2017 00:55 WIB
Karier Harvey Weinstein di Hollywood Tamat Karier Harvey Weinstein makin tamat. Ia dilarang seumur hidup oleh asosiasi produser dan semakin banyak wanita yang mengaku menjadi korbannya. (AFP PHOTO/LOIC VENANCE)
Jakarta, CNN Indonesia -- Karier Harvey Weinstein di Hollywood sudah tamat. Ia telah mendapatkan vonis dilarang seumur hidup oleh asosiasi produser televisi, film, dan media Hollywood, Producers Guild of America (PGA).

Diberitakan People, serikat pekerja tersebut mengambil keputusan yang disebut belum pernah dilakukan sebelumnya oleh organisasi yang menaungi sineas Hollywood itu.

Dewan direksi PGA sudah memutuskan menghapus keanggotaan Weinstein awal bulan ini dan memberikan produser yang terkena kasus pelecehan seksual itu selama 15 hari untuk mengajukan banding.



Dan pada Senin (30/10) waktu Amerika Serikat, PGA mengumumkan dewan nasional secara bulat memutuskan melarang Weinstein bergabung kembali seumur hidup.

“Mengingat perilaku Weinstein yang dilaporkan secara luas, dengan laporan terbaru yang terus bermunculan, dewan nasional PGA telah melakukan pemilihan suara secara bulat memberlakukan larangan seumur hidup terhadap Weinstein, yang secara permanen melarang ia dari keanggotaan PGA,” tulis pernyataan PGA.

“Langkah yang belum pernah dilakukan sebelumnya oleh PGA ini adalah bukti keseriusan asosiasi atas sejumlah laporan tentang tindakan tercela Weinstein selama beberapa dekade. Pelecehan seksual tidak dapat ditoleransi di industri ini atau dalam jajaran keanggotaan PGA,” lanjut pernyataan tersebut, dikutip dari People.


Dalam pernyataan tersebut, PGA juga menyebutkan telah membentuk sebuah komite khusus yang akan menginvestigasi tindakan serupa untuk memerangi dan mencari solusi efektif atas tindakan pelecehan seksual di industri tersebut.

Di sisi lain, korban pelecehan seksual Weinstein makin bertambah. Sejumlah wanita mengaku kepada The New York Times bahwa telah menjadi korban pemerkosaan Weinstein saat mereka bekerja dengan produser peraih Oscar tersebut pada dekade 1970-an.

Para wanita tersebut adalah Hope Exiner d’Amore, Ashley Matthau, Lacey Dorn, dan Cynthia Burr. Keempat wanita tersebut menambah korban Weinstein yang sebelumnya sudah terkuak lebih dari 50 orang.

Dalam penuturannya kepada The New York Times, Exiner d’Amore mengaku kejadian pemerkosaan oleh Weinstein telah menghantui dia sepanjang hidup.

[Gambas:Video CNN]

Exiner d’Amore mengisahkan ketika pertama kali bertemu pada 1970-an, Weinstein masih bekerja sebagai promotor konser di Buffalo. Keduanya masih berusia 20-an. Exiner d’Amore mengaku diundang Weinstein ke hotelnya di New York City untuk bertemu dengan sejumlah orang di industri film.

Ketika tiba di hotel, Weinstein mengaku terjadi kesalahan reservasi sehingga ia mengatakan kepada Exiner d’Amore bahwa mereka harus berbagi kamar.

“Saya memberinya reaksi seolah dia sudah gila,” kata Exiner d’Amore, yang kemudian terpaksa menyetujui dan menganggap Weinstein tidak berbahaya.


Saat malam tiba, Exiner d’Amore mengaku Weinstein datang dengan kondisi bugil dan memaksanya berhubungan seks. Exiner d’Amore menolak mentah-mentah, namun tidak digubris Weinstein. Exiner d’Amore menyebut Weinstein memaksanya melakukan oral seks dan berakhir dengan pemerkosaan.

Exiner d’Amore menyebut ia tidak menceritakan pengalamannya karena malu, meski sejumlah kerabatnya menduga sesuatu yang buruk telah terjadi lantaran Exiner d’Amore menangis juga marah mendengar nama Weinstein.

Setelah kejadian tersebut, Exiner d’Amore mengaku Weinstein terus mengajaknya pergi. Namun Exiner d’Amore selalu menolak, hingga kemudian Weinstein memecatnya.

“Itu melegakan,” kata Exiner d’Amore, dikutip dari People. “Saya benci ada di sana,”