Penyanyi campursari yang bernama asli Didi Prasetyo tersebut menyumbangkan dua karya andalannya dalam pernikahan putri Presiden Joko Widodo tersebut.
“Disuruh nyanyi, saya bawakan dua lagu Sewu Kuto sama Setasiun Balapan,” katanya saat ditemui awak media usai menghadiri resepsi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sewu Kuto atau 'seribu kota' dalam bahasa Jawa mengisahkan perjalanan panjang seseorang dalam menemukan pasangan hidup.
Liriknya "Sewu kuto uwis tak liwati / sewu ati tak takoni / nanging kabeh, podo rangerteni / lungamu neng endi" kira-kira bermakna "Seribu kota sudah kulalui / seribu hati kutanyai / namun semua juga tak tahu / kau pergi ke mana", dianggap cocok mengenang perjalanan hingga bertemu kekasih.
[Gambas:Youtube]
Perjalanan panjang menemukan pasangan hidup bak tak mengenal asal suku. Hal ini yang dianggap berkesan oleh Didi ketika bertemu dengan Kahiyang dan Bobby di atas pelaminan.
“Mukanya mirip, padahal satu Batak satu Jawa," kata Didi Tadi ketemu Jokowi salaman saja, sambil dia biasa bilang setiap ketemu, ‘sehat, sukses’,” tutur penyanyi berambut gondrong ini.
Sedangkan lagu lainnya yang dibawakan Didi, Stasiun Balapan, merupakan salah satu karya yang mewakili kebanggaan masyarakat Solo akan salah satu bangunan ikonis dan bersejarah tersebut.
[Gambas:Video CNN]
Tak luput, Didi pun melantunkan doa untuk kedua mempelai seraya berpantun.
“Buat Kahiyang dan Bobby, atas nama seniman tradisional saya menyampaikan selamat dan berbahagia. Dari Sumatera turun ke Solo. Kahiyang dan Bobby memang jodoh,” ucap Didi sembari mengungkapkan sempat mencoba sajian beras kencur dengan martabak selama acara. (end)