Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak memulai perjalanan keliling dunia dari Festival Film Cannes, Prancis, Mei lalu. Usai dari Cannes, Marlina pindah ke New Zealand International Film Festival dan Melbourne Film Festival pada Agustus.
Pada September, Marlina berpetualang ke Kanada, tepatnya Toronto Internasional Film Festival dan dilanjutkan dengan Vancouver International Film Festival.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Lima Rekomendasi Film Akhir Pekan |
Marlina kembali melanjutkan perjalanan ke Sitges International Fantastic Film di Catalonia, Spanyol. Lalu berpindah kembali ke Asia, tepatnya Busan International Film Festival di Korea Selatan.
Mouly Surya, sutradara Marlina mengakui dunia sedikit mengubah pandangan mereka tentang Indonesia usai menonton film yang dibuat atas kerja sama dengan Prancis tersebut.
[Gambas:Youtube]
Marapu merupakan kepercayaan lokal yang dianut lebih dari setengah masyarakat Sumba. Kepercayaan yang berupa pemujaan kepada leluhur ini mengajarkan kehidupan dunia hanyalah sementara dan setelah akhir zaman, penganut Marapu akan hidup kekal di dunia roh.
Mouly mengaku dia harus menjelaskan keberagaman Indonesia di depan para penonton di banyak negara.
Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak merupakan kisah seorang janda di Sumba yang diperankan oleh Marsha Timothy. Dia mencari keadilan dengan memenggal kepala perampok yang memerkosanya.
Lihat juga:Kim Woo Bin Membaik setelah Divonis Kanker |
Lewat ide cerita dari sineas senior Indonesia Garin Nugroho, Mouly membalut cerita Marlina dengan kultur masyarakat Sumba yang kental. Film fiksi itu dipoles lagi ala genre western.
"Ide western ini datang ketika saya ingat pelajaran kuliah dulu. Western itu semacam jagoan yang sendirian, dunianya punya jarak dengan hukum dan aparat karena sangat jauh atau personelnya sedikit," tutur Mouly.
Menurut Mouly, elemen western dapat membuat kisah Marlina lebih komunikatif.
Setelah mendapat sambutan hangat di luar negeri, Mouly berharap penonton Indonesia juga punya antusias yang sama ketika film ini tayang 16 November mendatang.
"Sangat berharap orang-orang Indonesia juga punya antusiasme terhadap Marlina," ujar Mouly. (end)