Reuters memberitakan, itu merupakan tindakan paling mahal yang pernah diambil Amazon untuk ‘mengamankan’ jumlah penonton streaming-nya. HarperCollins dan distributor New Line Cinema akan membantu Amazon memproduksi serial yang belum tahu kapan tayang itu.
Serial televisi Lord of the Rings, yang belum diketahui akan ada berapa musim dan episode, tetap akan didasarkan pada cerita JRR Tolkiens, The Fellowship of the Ring. Itu juga merupakan dasar atas film pertama dari trilogi Lord of the Rings yang populer.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Lord of the Rings memang sangat terkenal saat menjadi film. Tiga film dibuat pada 2000-an oleh sutradara Peter Jackson di Selandia Baru. Film itu berhasil mengantongi hampir US$3 miliar di box office global. Lord of the Rings juga dapat 17 Piala Oscar.
Meski disebut sebagai langkah yang mahal, Amazon tidak mengungkapkan berapa pastinya mereka membeli hak siar itu dari Tolkien Estate and Trust.
Pada masanya, formula itu menyedot perhatian Hollywood.
Namun belakangan Amazon lebih fokus pada tayangan-tayangan drama yang bisa populer secara global, seperti fantasi terkenal buatan HBO, Game of Thrones. Amazon bisa berhadapan dengan Netflix, Hulu dan penyedia jasa streaming lainnya jika fokus di bidang itu.
Bukan hanya itu, produksi serial semacam itu juga akan lebih menguras kantong.
Mengutip Reuters, Kepala Eksekutif Amazon, Jeff Bezos bukan tidak menyadari itu.
Melalui akun Twitter ia mengakui, “Secara definitif ini akan mahal.”
Sebab Amazon bukan hanya berencana membeli Lord of the Rings. Beberapa karya Tolkien lainnya pun akan dieksplorasi, terutama yang belum diadaptasi ke layar lebar. Selain Lord of the Rings, seri lain Tolkien yang sudah difilmkan adalah The Silmarillion atau The Hobbit.
Kata Bezos lagi, menegaskan, “Amazon Prime mengarah ke Middle Earth.” (rsa)