FOTO: Menjejaki Sejarah Alkitab di Washington DC

AFP, Reuters , CNN Indonesia | Sabtu, 18/11/2017 21:36 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Museum Alkitab atau Museum of the Bible di Washington DC baru saja dibuka pada November 2017.

<p>Museum Alkitab atau Museum of the Bible di Washington DC baru saja dibuka pada November 2017. Museum ini diklaim menjadi yang terbesar mengumpulkan berbagai artefak alkitab dari seluruh dunia. (REUTERS/Kevin Lamarque)</p>
<p>Sumber berbagai artefak Alkitab yang tersimpan dalam museum ini berasal dari sumbangan swasta, institusi, dan museum lainnya, termasuk dari Vatican. (REUTERS/Kevin Lamarque)</p>
<p>Museum ini diklaim tidak memihak mana pun, baik sekte, politik, atau ajaran rasul tertentu. Museum membiarkan pengunjung yang mengambil kesimpulannya sendiri. (AFP PHOTO / SAUL LOEB)</p>
<p>Museum dengan koleksi lebih dari 40 ribu jenis artefak ini bermula dari sebuah lembaga nonprofit pada 2010. (REUTERS/Kevin Lamarque)</p>
<p>Pada 2012, desain museum ini pun tercipta dengan bujet sekitar US$400 juta atau Rp5,4 triliun untuk bangunan enam lantai. (AFP PHOTO / SAUL LOEB)</p>
<p>Hingga saat ini, Museum Alkitab sudah memiliki 1150 koleksi permanen yang dapat ditemukan di Washington, DC. (REUTERS/Kevin Lamarque)</p>
<p>Puluhan ribu koleksi Museum Alkitab diyakini berasal dari era Nabi Ibrahim hingga pembuatan Perjanjian Baru. (AFP PHOTO / SAUL LOEB)</p>
<p>Artefak dalam Museum Alkitab terdiri mulai dari kitab yang masih berbentuk lembaran papirus, gulungan Taurat, Alkitab yang jarang dicetak, artefak Yahudi, dan kekayaan kontemporer Kristen dan Yahudi. (AFP PHOTO / SAUL LOEB)</p>
<p>Dalam museum ini, beberapa bagian dibuat seidentik mungkin dengan konten yang ada dalam alkitab, mulai dari kisah di Kitab Kejadian hingga suasana kampung halaman Yesus di Nazareth.(AFP PHOTO / SAUL LOEB)</p>
<p>Pengunjung menjelajah pameran 'World of Jesus of Nazareth' yang terletak di dalam Museum Alkitab, di Washington DC, pada 14 November 2017. (AFP PHOTO / SAUL LOEB)</p>
<p>Bukan hanya dalam bentuk relief kuno, bentuk pameran dalam Museum Alkitab juga berbentuk instalasi seni modern nan kontemporer. (REUTERS/Kevin Lamarque)</p>
<p>Menurut laman resmi Museum Alkitab, pengunjung tidak akan ditarik biaya untuk memasuki museum ini. Namun pihak pengunjung menerima sumbangan dari pengunjung. (REUTERS/Kevin Lamarque)</p>