Gagasan Mendongeng Keliling Indonesia

Bimo Wiwoho , CNN Indonesia | Kamis, 23/11/2017 05:48 WIB
Gagasan Mendongeng Keliling Indonesia FDII kembali digelar di Indonesia. (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)
Aceh, CNN Indonesia -- Budaya mendongeng yang sudah mulai ditinggalkan orang tua, kembali dibangkitkan lewat Festival Dongeng Internasional Indonesia (FDII) 2017 yang digelar sejak dua pekan lalu.

Acara itu merupakan gagasan komunitas Ayo Dongeng Indonesia (Ayodi) dan didukung PT Nutricia Indonesia Sejahtera. Fauziah Syafarina Nasution dari Early Life Nutrition Danone Indonesia menyadari pentingnya dongeng untuk menanamkan nilai-nilai mulai kepada anak.

"Mendongeng adalah salah satu media yang tepat untuk menyampaikan pentingnya nutrisi, nilai-nilai budi pekerti, moral, dan pembentukan karakter anak dalam proses tumbuh kembangnya," tutur Fauziah di sela rangkaian acara FDII 2017 di Banda Aceh.


Fauziah mengatakan, Dongeng tidak akan membuat anak-anak bosan seperti ketika belajar di sekolah. Oleh karena itu, pesan yang terkandung dongeng dapat diterima lebih baik.

"Bahkan kalau si anak melakukan kesalahan, orang tua juga bisa menegur secara halus melalui dongeng. Dongeng bisa menunjukkan akibat buruk jika kesalahan itu dilakukan lagi.”

Salah satu pendongeng Ayodi, Rika Endang Triani sepakat dengan Fauziah. Dongeng, jelas Rika, selalu menjadi media yang mengasyikan untuk menanamkan pesan mulia kepada anak-anak.

"Baik itu fabel, kisah zaman kerajaan, atau cerita-cerita lain, selalu dapat menghibur anak-anak, sehingga pesan yang ingin ditanamkan dapat sampai dengan baik," tutur Rika.


“Dan tidak harus sebelum tidur. Dongeng itu bisa kapan saja," Rika menambahkan.

Orang tua yang hadir dalam acara FDII di Banda Aceh, Yani (35) mengaku senang dengan acara tersebut. Dia sengaja datang bersama suami, Joni Antonio (39) dan kedua anaknya Felika (7) dan Enzo (3) untuk menyaksikan pendongeng membawakan cerita.

"Senang banget. Acara seperti ini sudah saya tunggu-tunggu karena jarang ada ya. Saya juga dapat ilmu baru sehabis melihat pendongeng," kata Yani.

Yani termasuk orang yang terbiasa mendongengkan anaknya, Felika dan Enzo. Ada kesenangan tersendiri bagi Yani ketika anak-anaknya antusias dengan dongeng yang diceritakannya.


"Kalau anak tertawa atau minta nambah, itu senang banget," ucap Yani.

FDII sendiri sudah diselenggarakan untuk kali keempat. Tahun ini tema yang diusung ‘Cerita Ajaib,’ dan dilaksanakan di Jakarta, Bogor, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, dan Banda Aceh.

Tidak kurang dari 50 pendongeng dari dalam dan luar negeri terlibat dalam festival tersebut. Selain itu, sekitar 150 relawan juga turut membawakan cerita ke berbagai daerah. (rsa)