Tiba di Lokasi Pesta Adat, Presiden Jokowi Diberi Ulos

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Sabtu, 25/11/2017 09:41 WIB
Tiba di Lokasi Pesta Adat, Presiden Jokowi Diberi Ulos Jokowi tiba di lokasi pesta adat Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution dan disambut tarian tor-tor mundur. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo telah tiba di lokasi pesta adat Mandailing pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (25/11) pukul 09.15 Waktu Indonesia Barat.

Jokowi datang bersama istrinya, Iriana. Jokowi datang dengan kemeja putih berjas biru gelap, bersarung, dan berpeci, sedangkan Iriana mengenakan pakaian adat Batak bernuansa merah.

Keduanya disambut oleh perwakilan keluarga dan diberikan penjelasan singkat mengenai prosesi adat yang bakal dilakukan. Jokowi kemudian diberikan burangir yang berisi irih, gambir, soda, pinang, dan tembakau.



Jokowi yang ditemani oleh hulu balang, kemudian melakukan tarian tor-tor maju sedangkan keluarga Nasution melakukan tarian tor-tor mundur. Tarian ini diiringi oleh Gordang Sambilan hingga menuju pintu paradaton.

Di belakang Jokowi dan Iriana, tampak kakak Kahiyang, Gibran Rakabuming Raka beserta istrinya, Selvi Ananda beserta anak mereka, Jan Ethes. Mereka melalukan prosesi hingga menuju pintu paradaton.

Di pintu paradaton, Jokowi dan Iriana diberikan ulos oleh tiga raja adat, Mandailing, Nasution, dan Lubis. Kain ulos ini ditenun khusus dan memiliki makna agar penerima berdiri tegak dan terhindar dari bahaya.


Pemberian ulos ini juga sebagai tanda pengesahan keluarga Jokowi sudah menjadi bagian dari keluarga Siregar seiring dengan Kahiyang resmi menjadi istri Bobby Nasution.

Saat diulosi, Presiden Jokowi dan Iriana disematkan kain ulos dan dijelaskan makna dari kain tersebut. Setelah itu, pihak keluarga Nasution kemudian memberikan sambutan singkat dengan bahasa Batak dan diakhiri dengan 'horas' tiga kali.

Setelah itu, Jokowi dan Iriana bakal menjalani prosesi manortor sesi ke-3. Manortor merupakan prosesi tarian sebagai bentuk kegembiraan dan penghormatan kepada Tuhan, leluhur, raja-raja, serta keluarga Kahiyang dan Bobby hingga tujuh tingkatan di atas mereka.

Sebelumnya, sudah dilakukan serangkaian adat Mandailing seperti manotor I dan II dan penyembelihan kerbau. (end)