Selain Joko Anwar, serial yang dipayungi HBO Asia ini menggandeng sutradara asal Singapura Eric Khoo yang sekaligus pencipta seri tersebut, lalu ada Ho Yuhang dari Malaysia, Lee Sang-woo dari Korea Selatan, Pen-Ek Ratanaruang dari Thailand, dan Takumi Saitoh dari Jepang.
Folklore bakal mengisahkan enam kisah rakyat atau mitos dari negara para sutradara. Dikisahkan dalam satu jam per episodenya, kisah yang diangkat merupakan pilihan dan dikembangkan khusus oleh sutradara bersangkutan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Joko Anwar akan mengisahkan mitos makhluk yang kerap menculik anak-anak di Indonesia, Eric Khoo akan mengangkat kisah mitos soal Pontianak, Ho Yuhang bakal mengisahkan tentang hantu anak kecil yang dipelihara manusia, dan Lee Sang-woo bakal mengisahkan hantu jejaka.
Menurut Khoo selaku pencetus ide Folklore, ia beranggapan kisah mitos baik takhayul atau pun makhluk gaib tumbuh dengan baik dalam masyarakat Asia.
“Saya selalu menemukan kisah dari Asia, terutama horor, lebih memiliki jiwa. Dan banyak masyarakat yang masih mempercayainya,” kata Khoo.
Sutradara dan bintang sejumlah serial terbaru HBO Asia Originals pada konferensi pers di Singapura, Kamis (30/11). (CNN Indonesia/Endro Priherdityo) |
“Akan sangat aneh rasanya bila melihat serial tentang dan dimainkan orang Jepang, misalnya, namun ternyata berbahasa Inggris,” kata Khoo.
“Ketika saya mengemukakan ide ini kepada para sutradara tersebut, mereka amat cepat memberikan ceritanya kepada saya. Saya rasa ini bentuk kecintaan kami, dengan masing-masing ciri khas mereka dalam setiap episodenya,” kata Khoo ketika berbincang dengan CNNIndonesia.com.
“Jadi, saya rasa yang harus kami lakukan saat ini hanyalah syuting,” lanjutnya.
Pemilihan kisah yang akan diangkat menjadi bagian dalam Folklore diakui para sutradara tersebut tak terlepas dari pengalaman pribadi. Hal ini diakui oleh Ho Yuhang dari Malaysia dan Eric Khoo yang mengakui sejak kecil selalu dikisahkan cerita rakyat oleh ibunya.
“Saya saat kecil tinggal di rumah berhantu. Ketika kecil, saya tidak tahu itu. Kakak, ibu, dan nenek saya yang ‘diganggu’. Saya tidak pernah terganggu sehingga saya pikir semua baik-baik saja,” kata Ho sembari tertawa.
“Namun saya banyak menulis soal kisah horor [karena pengalaman itu], dan ketika Eric Khoo menawarkan ini, saya menerimanya,” lanjutnya.
Sedangkan Joko, yang menyebut episode yang bakal ia garap tersebut berjudul Mother’s Love, mengatakan ide untuk Folklore telah ada sejak lama dan berangkat dari kegelisahannya soal banyak kasus kehilangan orang yang terjadi di Indonesia.
“Banyak anak kecil yang hilang di Jakarta. [Sebagian masyarakat] Indonesia tidak sensitif soal ini. Banyak kasus yang tak terlapor. Abang saya juga pernah hilang, dan kami tidak melaporkannya meski akhirnya ia kembali dan tak mengucapkan alasan apa pun,” kata Joko saat berbincang dengan CNNIndonesia.com.
[Gambas:Instagram]
“Sebagian masyarakat Indonesia masih mengira kasus kehilangan itu akan selesai dengan kembalinya orang hilang itu dengan sendirinya,” lanjutnya.
Mengangkat kisah mitos, legenda, dan masalah yang terjadi di sekitar masyarakat Asia, Folklore diyakini memiliki keunggulan untuk dapat diterima di penonton benua terpadat di dunia tersebut.
“Dengan kekayaan budaya dan sejarahnya, Asia merupakan sumber cerita yang bagus, untuk membuat konten yang menarik secara lokal maupun global,” kata Jonathan Spink, CEO dari HBO Asia.
“Ya, tentu saya berharap masyarakat Asia bakal menyukai ini. Karena kisah ini sebenarnya menggambarkan hal yang universal,” kata Khoo. “Dan tentunya kisah ini menakutkan.” lanjutnya. (end)
Sutradara dan bintang sejumlah serial terbaru HBO Asia Originals pada konferensi pers di Singapura, Kamis (30/11). (CNN Indonesia/Endro Priherdityo)