Hal itu diungkapkannya setelah mengisi acara Brownies di studio Trans TV, pada Kamis (7/12). Dia menuturkan pihaknya menginginkan semuanya berbasiskan fakta hukum. Dia juga menceritakan bagaimana kekasihnya, Angga Wijaya, yang hampir digebuk massa terkait dengan persoalan itu.
Insiden penerobosan jalur ‘Busway’ itu terjadi pada 27 November malam di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelantun lagu Mimpi Manis itu pun turut menyampaikan bahwa dirinya kukuh untuk menyelesaikan masalah tersebut melalui jalur hukum. Dia menegaskan dirinya mendapatkan pengawalan dari pihak kepolisian.
Tidak hanya itu, Dewi juga menyatakan bahwa dia telah mendapat pengawalan sejak tiga bulan belakangan, dari stasiun TV swasta dan dari rumah produksi yang menaungi proyek Dewi di dunia sinetron.
Di sisi lain, Dewi menyayangkan sikap yang dari pihak Transjakarta yang menurutnya ikut diduga menyebarkan fitnah. Dia juga mengatakan seharusnya pihak tersebut mengklarifikasi kejadian dari dua sisi.
"Kemarin humasnya bilang kalau dia dapat laporan dari petugasnya, tapi kan dia ikut menyebarkan fitnah itu. Makanya, segala sesuatu apa harus diklarifikasi dulu, ditinjau terlebih dahulu kebenaran informasi yang didapat," ujar Dewi.
Dewi juga menyesali, posisinya sebagai publik figur seolah dimanfaatkan dalam kejadian tersebut.
Petugas penjaga pintu jalur Transjakarta Harry MS sebelumnya melaporkan pemilik mobil sedan Jaguar bernomor polisi B 12 DP. Mobil itu digunakan oleh pedangdut Dewi Perssik saat hendak menerobos jalur Transjakarta.
Harry melapor ke kepolisian dengan tuduhan ancaman berupa kekerasan, perlawanan terhadap petugas, dan fitnah. (asa)