Didukung oleh bintang-bintang seperti Natalie Portman, Emma Stone dan Reese Witherspoon, gerakan ini telah memiliki dana senilai US$13 juta atau Rp176 miliar.
Dana itu rencananya ditujukan untuk membantu melindungi perempuan yang membutuhkan perlindungan diri kala berhadapan dengan hukum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perjuangan bagi wanita untuk dianggap, mendapatkan tempat dan hanya butuh didengar serta dipahami di tempat kerja yang didominasi laki-laki harus diakhir. Waktunya habis untuk monopoli tak tertembus ini," tulis pembuka petisi tersebut.
Kampanye tersebut juga menyarankan para selebritas wanita Hollywood menggunakan pakaian bernuansa gelap pada acara selebrasi industri hiburan dunia itu, seperti momen karpet merah.
"Ini adalah momen solidaritas, bukan momen mode," kata Eva Longoria kepada New York Times, dikutip dari NME.
"Selama bertahun-tahun, kami telah tampil di ajang penghargaan sebagai wanita dengan gaun, warna cerah, wajah indah dan kemewahan kami. Kali ini industri tidak bisa mengharapkan kami seperti itu. Ini bukan momen untuk itu," kata bintang Desperate's Housewifes tersebut.
Tidak hanya itu, mereka pun ikut menyumbangkan dana sebagai bentuk dukungan mereka atas keberlangsungan program tersebut.
Nama-nama seperti Reese Witherspoon, Jennifer Aniston, Meryl Streep, dan Shonda Rhimes dilaporkan telah menyumbangkan masing-masing sebesar US$500 ribu atau sekitar Rp6,7 miliar.
Taylor Swift dan Oprah Winfrey keduanya disebut menyumbang masing-masing US$100 ribu atau Rp1,35 miliar.
[Gambas:Instagram]
Sumbangan lainnya sebesar US$50 ribu atau Rp677 juta datang dari Natalie Portman, Cate Blanchett, Emma Stone, dan Jessica Chastain.
Di sisi lain, JJ Abrams dan istrinya Katie McGrath membuat sumbangan fantastis sebesar US$1 juta sekitar Rp13,5 miliar dan Kate Capshaw serta Yayasan Wunderkinder Steven Spielberg menyumbang US$2 juta atau Rp27 miliar.
Dilaporkan Just Jared, aksi Time's Up muncul sebagai kelanjutan dari gerakan #MeToo, yang menunjukkan para wanita berbagi kisah mereka tentang kekerasan dan pelecehan seksual. (end)