Sejak pukul 6.00 pagi WIB, telah berdiri dua tenda putih di TPU Tanah Kusir. Satu tenda 2,5 meter x 2,5 meter berada tepat di atas makam Tonny, sementara satu tenda lain yang berukuran dua kali lipat lebih besar berdiri mendampingi dan digunakan untuk para pelayat.
Di antara para penjaga makam yang sedang bersiap, terlihat sejumlah penggemar mulai berdatangan untuk menyaksikan dan mengantar sang idola ke tempat peristirahatan terakhirnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemilik nama asli Koesyono Koeswoyo ini meninggal dunia di usia 77 tahun pada Jumat (5/1) kemarin, karena menderita sakit komplikasi diabetes.
"Malam tadi sesak napas, tapi enggak mau dibawa ke rumah sakit. Setelah itu bapak bilang ‘Kamu ngapain sih bawa-bawa ke rumah sakit? Udah biarin lah, orang gue udah mau meninggal,’” kata Gerry, Jumat kemarin.
Keputusan untuk menguburkan jenazah Yon bersama dengan almarhum kakaknya diungkapkan Chicha Koeswoyo karena kerinduan Yon pada Tonny semasa hidup.
"[Makamnya] ditumpuk sama [makam] Tonny, karena beliau rindu sama kakaknya," ujar Chica.
Di atas batu nisan Tonny sendiri bertuliskan bait lirik lagu Koes Plus yang berjudul Pagi yang Indah.
“Kini ku seorang diri/ Berteman burung kenari/ Kenari penghibur hati/ Bernyanyi setiap hari.” (has)