Tak bisa dipungkiri, bukan Blonde yang ditunggu kebanyakan pengunjung. Oh Wonder yang tampil sebelum Blonde di panggung utama Navajo Stage, Orchid Forest Cikole, Jawa Barat, Sabtu (10/3) malam ditonton jauh lebih banyak pengunjung. Padahal ia bukan penutup.
Festival belum usai, namun panggung mendadak sepi usai penampilan Oh Wonder. Pengunjung lebih memilih pulang, meski Blonde baru bersiap menaiki panggung yang sama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Blonde tampil sebagai penutup di LaLaLa Fest 2018. (CNN Indonesia/Muhammad Alif) |
DJ asal Inggris ini tampil dengan gaya musik deep house yang tepat untuk dinikmati malam hari, apalagi di tengah hutan pinus dengan cuaca yang dingin. Beberapa pengunjung terlihat menikmati suguhan Blonde dengan berjoget dan bernyanyi pada beberapa lagu.
Lihat juga:Kehangatan Musik di Tengah Hutan Pinus |
Meski sepi pengunjung, Blonde tetap berinteraksi laiknya musisi lain ketika tampil. Ia mengapresiasi pengunjung yang masih setia menikmati penampilannya hingga akhir.
"Make some noise for the guys in the front row, you gave your 100%, I love it," ucap Adam.
Tak hanya berinteraksi dengan pengunjung, Blonde juga mengabadikan momen penampilannya. Ia mengunggah video lewat fitur Instagram Story dengan akun resmi @blondeofficial.
[Gambas:Instagram]
"What a Show, love the front row crew," demikian keterangannya.
Tak lama setelah itu, penampilan Blonde memasuki bagian akhir. Remix beberapa lagu klasik, di antaranya Do You Feel dari Victor Simonelli, 99 Red Balloons, dan The Rythm of The Night milik Corona dibawakan menjadi penutup penampilan Blonde yang antiklimaks malam itu. (mal/rsa)
Blonde tampil sebagai penutup di LaLaLa Fest 2018. (CNN Indonesia/Muhammad Alif)