Acara itu digelar bertepatan pada hari pertama Musim Semi di Belanda.
Musik-musik yang sudah populer seperti Kopi Dangdut, Mbah Dukun, Jaran Goyang, Cucak Rowo, dan Kereta Malam pun bergaung menghibur penonton di Event Plaza, Rijswijk. Duta Besar RI untuk Den Haag, I Gusti Agung Wesaka Puja termasuk yang menghadiri acara itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artis-artis dangdut yang menyanyi di atas panggung tidak didatangkan langsung dari Indonesia. Mereka merupakan diaspora Indonesia yang memang tinggal di Belanda. Penyanyi itu termasuk Nilam Sari, Asti Dewi, Duo Rudi-Cici, serta Idris Permata.
Mereka berhasil membuat suasana 'panas' seperti penampil-penampil dangdut biasanya. Wakil Dubes Ri di Den Haag, Ibnu Wahyutono sampai bernyanyi dan berjoget bersama penonton.
"Hadirin juga dapat mencicipi aneka makanan dan minuman khas Indonesia yang telah dipersiapkan oleh KBRI Den Haag," demikian tertulis dalam keterangan KBRI Den Haag.
Sebelumnya, Eropa sudah mengenal dangdut saat Ikke Nurjanah menampilkannya di Europalia Arts Festival. Konsernya digelar di Niewue Kerk, Den Haag. Itu merupakan pertama kalinya dangdut tampil sepanjang sejarah Europalia. Ia pun tampil dengan maksimal.
Konser saat itu bertajuk 'Short Story of Dangdut,' yang akan menceritakan tentang musik dangdut melalui lagu-lagu karya Rhoma Irama, Meggy Z, Rita Sugiarto dan dangdut etnik. (rsa)