Eks penyiar 96,7 Hitz FM Adit 'Insomnia' mengaku selama ini sangat menikmati profesinya. Pria yang kini berusia 33 tahun ini senang karena kerap mendapat tiket gratis untuk menonton konser musik favoritnya.
Penyiar Trax FM Jakarta Davy Andry. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma) |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Davy pun menyebut kecilnya upah yang diterima para penyiar radio menjadi salah satu duka tersendiri. Ia bercerita bahwa dalam bayangannya dulu seorang penyiar radio adalah anak-anak muda yang kaya yang modis dan gemar nongkrong di tempat gaul.
Penyiar OZ Radio Rizky Danto. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma) |
"Mereka suka bertanya pekerjaan saya apa. Lalu saya jawab, 'Penyiar radio.' Lalu mereka menyahut, 'Memangnya [bayaranmu] cukup buat hidup?' Jadi dukanya lebih ke kehidupan sosial. Tapi so far so good," katanya.
Danto juga menyinggung masalah teknis yang kerap menghantui para penyiar, misalnya jika peralatan siaran mengalami gangguan saat siarannya tengah berlangsung.
"Pernah waktu saya siaran listriknya mati, jadi harus menunggu sampai nyala, sekitar 15 menit. Akhirnya mood saya agak drop, padahal kan kami harus selalu menyapa pendengar dengan ceria ya," ujarnya.
Siaran Radio Masa Kini
Selama ini penyiar radio dengan lihai membawakan acara-acara mereka. Semua itu memerlukan persiapan, seperti menyusun skrip, menjaga suara hingga mengatur suasana hati.
Davy mengaku biasanya sehari sebelumnya ia menyiapkan skrip agar bisa berbicara lebih pendek namun kontennya lebih mengena, termasuk dengan punchline dan bridging. Selain itu, ia juga menyusun topik yang akan diulas.
"Misalnya dalam sejam saya empat kali ngomong, itu selalu saya kosongi satu buat jaga-jaga kalau ada topik mendadak yang harus diangkat hari itu. Sedangkan yang tiga saya biasanya cari bahan dan biasanya saya bikin lima kalimat," ujarnya.
Ia menambahkan, "Saya termasuk bukan penyiar bersuara bagus, jadi saya pernah disuruh lari keliling lapangan dan teriak-teriak sendirian sebelum siaran supaya punya pernapasan yang baik. Karena bagaimana pun begitu radio dinyalakan dan suara Anda mengganggu, ya kelar."
Eks penyiar 96,7 Hitz FM Adit 'Insomnia.' (CNN Indonesia/Bisma Septalisma) |
"Jadi side A dan side B. Kalau side A penuh ya ditiban. Direkam lalu didengarkan sendiri. Akhirnya pelatihannya tidak lancar, maka seperti inilah hasilnya, kurang maksimal," ujarnya sambil tertawa.
Adit pun mengaku pernah siaran saat Tragedi AirAsia QZ8501 terjadi. Kala itu, bosnya langsung mengubah format siaran selama sepekan ke depan menjadi seperti radio berita.
"Semua lagu harus tone down dan suara penyiar tidak boleh ceria. Terutama di jam prime time harus memberikan info terbaru, jadi mau tak mau harus mencari data-data Basarnas, menelepon narasumber, dan lain-lain. Kalau memang ada hal yang perlu diangkat dan hangat dibicarakan ya langsung saya ulas," tuturnya. (res)
Penyiar Trax FM Jakarta Davy Andry. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Penyiar OZ Radio Rizky Danto. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Eks penyiar 96,7 Hitz FM Adit 'Insomnia.' (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)