"Yesus telah mengubah hidup saya. Paskah bukan tentang kelinci, ini pengingat bahwa Yesus saya mati di tiang salib untuk dosa-dosa saya dan bangkit mengalahkan kematian," kata Bieber.
"Saya percaya ini terjadi dan ini mengubah segalanya," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun untuk momen Paskah kali ini, Bieber tampaknya lebih ingin mendalami makna Paskah bagi kehidupannya sendirian.
"Saya dibebaskan dari perbudakan dan rasa malu. Saya anak Tuhan paling tinggi dan Dia mencintai saya seperti saya yang sesungguhnya," kata Bieber.
[Gambas:Instagram]
Namun setelah berkhotbah soal makna Paskah yang mendalam sekaligus pengingat akan kehadiran kelinci, Bieber kemudian mengunggah foto yang menunjukkan ia mengenakan aksesori kelinci.
"Ingat ketika saya berkata bahwa Paskah bukan tentang kelinci... ya, saya bohong,"
[Gambas:Instagram]
Kehadiran kelinci dalam Paskah tak bisa dipisahkan dalam kehidupan budaya warga Amerika. Kehadiran kelinci dalam momen tradisi Paskah sejatinya tak pernah disebutkan dalam kitab suci.
Kemunculan pertama kali kelinci dalam Paskah tidak pernah memiliki catatan sejarah yang pasti. Namun kelinci, dikenal sejak dahulu kala sebagai simbol kuno atas kesuburan dan kehidupan yang baru.
Sejumlah sumber menyebutkan kelinci Paskah muncul pertama kali di Amerika pada era 1700-an, dibawa oleh imigran Jerman yang menetap di Pennsylvania dan mengenalkan tradisi telur Paskah.
Menurut History, tradisi tersebut lambat laun dikenal dan menyebar di Amerika Utara. (end)