Namun, undangan Jefri ke Jerman itu bisa saja batal karena kondisi ekonomi orangtua dan keluarganya yang pas-pasan. Karenanya, ayah Jefri, Joko, kini terus mendampingi anaknya sambil tetap mencoba mendatangi sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat untuk meminta dukungan.
"Yang saya lakukan selama ini terus memicu semangat anak saya untuk terus berkarya. Soal kendala biaya, saya dan istri akan terus berusaha supaya jangan sampai batal," kata Joko.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada dengan ayahnya, Jefri berharap pemerintah daerah, kementerian hingga Presiden Joko Widodo dapat membantunya agar bisa mengikuti kompetisi di Jerman.
"Semoga pemerintah pusat dan pemerintah provinsi bisa mendukung Jefri sampai Berlin. Jefri ingin mengharumkan nama Indonesia di internasional. Main piano mata terbuka itu biasa, tapi kalau mata tertutup, Jefri ingin tunjukkan ke dunia," kata bocah kelas 6 SD ini.
"Kami sepakat akan adakan malam amal, kami sengkuyung bareng, tidak usah banyak yang penting ikhlas," tutur Rukma usai menemui Jefri dan ayahnya di Gedung DPRD Jawa Tengah, Semarang, Jumat (6/4).
Jefri sendiri selama ini telah menyabet beberapa penghargaan dalam bermusik, khususnya bermain piano. Keahlian bermain piano dengan menutup mata bahkan membawa putra sulung pasangan Joko Manis dan Indah Setyoningsih ini mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) dan Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (Leprid).
Selama lima tahun menggeluti dunia musik, Jefri telah menciptakan sendiri 70 lagu. Beberapa di antaranya bertema cinta terhadap keluarga dan bangga terhadap bangsa dan negara.