Mariah Carey Digugat atas Dugaan Pelecehan Seksual

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Selasa, 17/04/2018 14:56 WIB
Mariah Carey Digugat atas Dugaan Pelecehan Seksual Mariah Carey disebut melakukan pelecehan seksual terhadap mantan manajernya. (AFP PHOTO / ANGELA WEISS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Diva Mariah Carey dituduh melakukan pelecehan seksual oleh mantan manajernya, Stella Stolper. Surat gugatan sudah dilayangkan dan akan segera sampai pada Carey.

Stolper menuding pelantun We Belong Together itu kerap menyanyi tanpa busana di hadapannya. Bukan hanya itu, menurut dokumen pengadilan yang diperoleh TMZ, Stolper juga mengklaim bahwa Carey jarang mengenakan pakaian saat berada di dekatnya.

Penyanyi 48 tahun itu juga disebut kerap melakukan tindakan seksual di hadapan Stolper. Namun, ia tidak menyebut detail soal tindakan itu.



Lebih lanjut, Stolper menuding Carey punya masalah dalam penyalahgunaan zat atau obat-obatan terlarang dan gagal mengatasi gangguan bipolarnya. Stolper pun menyebut Carey melanggar Undang-Undang Hak Sipil AS dan UU Ketenagakerjaan dan Perumahan yang Adil.

Ia juga disebut melanggar kontrak. Menurutnya, penyanyi asal Amerika itu berutang uang sejak Stolper dipecat sebelum kontrak tiga tahun mereka berakhir secara resmi.

Melalui perwakilannya, Carey membantah segala tuduhan itu.


"Jika klaim yang asal dan tidak berdasar ini diajukan, kami akan membuat pembelaan dengan penuh semangat dan berhasil," kata perwakilan Carey, seperti dikutip dari Ace Showbiz.

Seorang sumber yang mengaku dekat dengan Carey juga mengatakan kepada Hollywood Life bahwa sang pelantun Hero tidak pernah melakukan hal seperti yang ditudukan Stolper.

"Sebaliknya, Mariah justru tidak pernah telanjang dan selalu memakai piyamanya, selalu."

Sumber itu melanjutkan, "Tuduhan Stella tidak benar. Kenyataan bahwa Stella menuntutnya dan mencari lebih banyak uang adalah menyedihkan. Stella dan Mariah dulunya adalah teman baik dan benar-benar dekat, jadi menyedihkan bahwa mereka berakhir seperti ini."


Gugatan itu muncul tak lama setelah Carey mengungkapkan bahwa dirinya didiagnosis menderita gangguan bipolar pada 2001. Carey merasa, itu adalah masa-masa tersulitnya.

Ia pun berusaha mencari pengobatan untuk mengatasi gangguan bipolarnya.

"Saya hidup dalam penolakan dan isolasi dan dalam ketakutan yang konstan seseorang akan mengekspos saya," kata Carey. "Itu merupakan beban yang amat berat dan saya tidak dapat melakukannya lagi. Saya mencari dan menerima perawatan, saya menempatkan orang-orang positif di sekitar saya dan saya kembali melakukan hal yang saya suka," lanjutnya.


Hal-hal itu termasuk menulis lagu dan membuat musik

Di tengah gangguan bipolar itu, Mariah Carey tetap tur dunia. Salah satunya ia akan menyambangi Candi Borobudur, Indonesia pada 6 November mendatang. Tiket prajual mulai dibuka esok, 18 April dengan harga termurah Rp1 juta dan diskon hingga 20 persen.

Sebelumnya, Carey juga pernah dituding melakukan pelecehan seksual terhadap pengawalnya.

(rsa)