Perwakilan Penerbit House dan ICM Partners Esther Newberg mengatakan Prince mengerjakan buku itu bersama editor The Paris Review Dan Piepenbring semasa hidup. Pengerjaan buku dilanjutkan setelah kematian Prince dan akan rampung dalam waktu dekat.
Newberg memastikan bahwa Prince sudah menandatangani kesepakatan buku tersebut. Ia tidak menjelaskan secara rinci bagaimana persetujuan itu, namun menurutnya kesepakatan dibuat dengan cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Editor tidak suka berada di ruangan yang sama ketika (publisis) membuat penawaran dengan klien. Kami harus melakukan itu karena saya tahu Prince tak ingin bertemu seseorang dengan editor," kata Newberg seperti dilansir NME.
Dalam buku itu akan terdapat tulisan tangan Prince yang cukup panjang. The Beautiful One akan menjadi gambaran perjalanan hidup Prince yang pernuh karya.
Sejak saat itu, Prince sudah menggandeng Spiegel & Grau di Random House sebagai penerbit. Editor eksekutif Spiegel & Grau Chris Jackson yang akan memoles buku itu menjadi lebih pas dan berkualitas.