Dalam pernyataan pertama pascameninggalnya Avicii, Kamis (26/4), keluarganya mengungkapkan bahwa DJ berusia 28 tahun itu ingin menemukan kedamaian.
"Dia sangat berjuang keras dengan berbagai pikiran soal arti dirinya, kehidupan, dan kebahagiaan. Dia tak bisa lagi menahannya lebih lama. Dia ingin menemukan kedamaian," ungkap keluarganya dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tim (Nama asli Avicii) kami yang tercinta adalah seorang pencari, jiwa rapuhnya yang artistik mencari jawaban untuk berbagai pertanyaan eksistensial. Seorang perfeksionis yang berprestasi, sering bepergian dan bekerja keras dengan ritme yang cepat menyebabkan dia mengalami stres yang luar biasa," tulis pernyataan keluarganya.
Berita meninggalnya pencetak hit Wake Me Up dan Hey Brother ini mengejutkan dunia hiburan, khususnya Eropa.