Itu disampaikan Kim saat diwawancara Van Jones dalam acara CNN, The Van Jones Show.
"Tidak pernah berkata tidak," katanya, menjawab pertanyaan kemungkinan sang ibu tiga anak untuk maju ke dunia politik. Setelah berhasil meminta Presiden Donald Trump untuk membebaskan Alice Marie Johnson dari hukuman seumur hidupnya sebagai tersangka pengedar obat-obatan tanpa kekerasan, Kim merasa ia punya kekuatan untuk masuk ke politik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sejujurnya melihat bahwa jika saya bisa menggunakan platform saja untuk melakukan sesuatu untuk seseorang, yang mana itu membuka lebih banyak perbincangan dan bagi orang lain jadi ingin melakukan hal yang sama," ujar Kim menguraikan maksudnya.
Ia membayangkan, jika setiap orang bisa mengesampingkan perasaan personal mereka dan bicara tentang hal yang lebih penting, akan ada banyak hal yang bisa terselesaikan.
[Gambas:Youtube]
Kim sendiri seperti 'kecanduan' membantu orang setelah uluran tangannya untuk Alice Johnson berhasil. Apalagi itu mengindikasikan bahwa Kim didengar oleh Trump. Posisinya sebagai figur publik pun cukup menguntungkan jika ia maju ke dunia politik.
Mengutip Fox News, setelah kasus Johnson baru-baru ini Kim menelepon Gubernur Jerry Brown untuk melihat kembali kasus Kevin Cooper. Nama itu terlibat dalam empat kasus pembunuhan di California pada 1983. Ia divonis hukuman mati dan kini di Penjara San Quentin State.
"Gubernur Brown, bisakah Anda tolong mengecek DNA Kevin Cooper?" Kim berkicau.
[Gambas:Twitter]
Beberapa merasa Cooper tidak bersalah karena dalam darah Cooper yang ditemukan di baju pembunuhnya juga ada bukti jejak tabung pengawet di dalamnya. Artinya, menurut Nicholas Kristof yang menulis di New York Times, bisa jadi darah itu berasal dari sampel darah milik Cooper yang memang sudah diambil oleh polisi sebelumnya dan disimpan di tabung.
[Gambas:Video CNN] (rsa)