ICOMOS sendiri adalah salah satu lembaga profesional yang melakukan penilaian dari peninggalan serjarah dan budaya. Hanya peninggalan yang masuk dalam kriteria memiliki nilai universal yang menakjubkanlah yang akan dianugerahi sebutan warisan dunia.
Lembaga ini ditunjuk oleh UNESCO bersama dengan dua lembaga lain yaitu IUCN (International Union for the Conservation of Nature) yang berpusat di Gland, Swiss dan ICCROM (International Centre for the Study of the Preservation and Restoration of Cultural Property) yang berpusat di Roma, Italia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Kota Tua dianggap tak sanggup menyaingi keunikan dan faktor luar biasa dari kota kolonial lain di wilayah Asia Tenggara dan dunia.
Lihat juga:Destinasi Wisata Menarik di Bulan Juni |
4. Daerah wisata itu juga tidak menunjukkan keunikannya menjadi saksi tradisi budaya atau peradaban yang telah hilang.
5. Kawasan ini tak menunjukkan contoh bangunan yang luar biasa baik secara arsitektural, teknologi, ataupun tata kota, yang menunjukkan tingkatan penting dalam sejarah manusia.
Lihat juga:Terorisme dan Penyakit Peradaban Kita |
Argumen lain yang diberikan adalah wilayah Kota Tua sangat terpengaruh dengan pembangunan kota Jakarta saat ini. Sebagai contoh pembangunan Tanggul Raksasa dan 17 pulau di utara Jakarta yang dinilai akan mengubah nilai historis dan keaslian wilayah Kota Tua ini.
ICOSMOS juga memberi catatan agar bangunan peninggalan abad 19 dan 20 itu perlu lebih banyak investasi dan revitlisasi untuk menjaga peninggalan itu dan menjadikannya bagian dari karakter kota. (eks)