Alasan '22 Menit' Tak Kaitkan Teroris Bom Thamrin dan Agama

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Selasa, 17/07/2018 07:16 WIB
Alasan '22 Menit' Tak Kaitkan Teroris Bom Thamrin dan Agama Poster '22 Menit,' film tentang Bom Thamrin yang dibintangi Ario Bayu. (CNN Indonesia/M Andika Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sutradara Eugene Panji mengaku sengaja tidak memasukkan unsur agama dalam film 22 Menit yang terinpirasi dari tragedi bom Sarinah pada Januari 2016 lalu. Padahal film itu mengisahkan tindak terorisme. Tapi menurutnya, agama amat sensitif bila dikaitkan teroris.

"Bicara teroris itu bukan soal agama, ini soal ideologi radikal. Kan korban dari bom itu kita semua, tanpa melihat agama dan budaya," kata Panji saat jumpa media di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (16/7) untuk pemutaran perdana filmnya.

Alih-alih mengeksplorasi soal teroris dan agamanya, 22 Menit dibuat Panji dengan memuat unsur humanis yang kental. Itu disajikan lewat lima karakter dengan sudut pandang berbeda. Kelimanya kebetulan berada di kawasan Sarinah saat ledakan bom terjadi.



Meski begitu, Panji menegaskan, film yang ia buat tidak diadaptasi mentah-mentah dari tragedi Bom Thamrin. Menurutnya 22 Menit hanya terinpirasi dari kejadian nyata. Sisanya, ia dramatisasi dengan menambahkan unsur fiktif dan mengurangi dengan cerita karangan.

Jika dikomparasi, 22 Menit berisi 70 persen kejadian nyata dan 30 persen cerita fiksi.

"Nama pemain merupakan salah satu cerita fiksi, tak tidak sesuai dengan kejadian nyata."

Syuting adegan '22 Menit' di kawasan Sarinah.Syuting adegan '22 Menit' di kawasan Sarinah. (CNN Indonesia/Jonathan Patrick)
Agama pun rupanya termasuk unsur yang tidak dimasukkan. Padahal dalam kejadian nyata salah satu teroris yang terlibat dalam tragedi Bom Sarinah, Aman Abdurrahman, beragama Islam.

Selain itu, Panji punya alasan khusus mengapa tidak memasukkan unsur agama dalam 22 Menit. Ia pernah menyelipkan sekadar ucapan yang sering dilontarkan seorang Muslim saat menggarap film sebelumnya, Naura & Genk Juara (2017). Penjahat dalam film itu mengucap takbir.

Namun itu seakan menyinggung karena ia dianggap mencirikan penjahat dengan pemeluk Islam. Media sosial pun diramaikan tagar #BoikotFilmNauraDanGenkJuara, meski tak benar diboikot.


"Waktu itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) bilang bahwa film itu tidak salah," kata Panji.

22 Menit dijadwalkan tayang 19 Juli mendatang. Film itu dibintangi Ario Bayu sebagai anggota pasukan anti terorisme bernama Ardi. Aktor lain yang turut berperan adalah Ade Firman Hakim, Ence Bagus, Ardina Rasti, Hana Malasan dan Taskya Namya. (rsa)