Perubahan waktu rilis itu pun membuat Minaj dituduh ingin bersaing langsung dengan rekan duetnya Ariana Grande, yang juga akan merilis album baru, Sweetener pada hari yang sama.
Namun, dua musisi yang kembali berduet di lagu hit Bed dan The Light is Coming tahun ini membantah asumsi bahwa Queen dan Sweeter sengaja diposisikan untuk bersaing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya dan Nicki tertawa karena itu," kicau Grande di Twitter.
Pelantun No Tears Left to Cry itu juga menegaskan bahwa dirinya maupun Minaj tak pernah mengejar keuntungan dari karya yang mereka buat. Mereka hanya ingin menjadikan itu sebagai persembahan bagi penggemar mereka. Apalagi, Grande menganggap Minaj seperti saudaranya.
[Gambas:Twitter]
Menanggapi Grande, Minaj menulis, "Saya suka perempuan ini. Tak sabar menanti para penggemar untuk dapat mendengarkan kerja keras kami pada akhirnya. Kalian akan sangat bahagia. Percaya saya. Hanya itu yang dapat saya katakan."
Queen dan Sweetener sama-sama album keempat bagi Minaj dan Grande. Sebelumnya Minaj telah merilis Pink Friday (2010), Pink Friday: Roman, Reloaded (2012), dan The Pinkprint (2014).
[Gambas:Twitter]
Mengutip E!, Grande sendiri telah merilis Yours Truly (2013), My Everything (2014) dan Dangerous Woman (2016).