Data terbaru yang dirilis oleh Variety menunjukkan Indonesia menjadi negara kedua terbesar bagi The Nun di pasar internasional dengan penayangan di 1.216 lokasi.
Peringkat pertama sebagai negara terbesar penyumbang pendapatan untuk The Nun di pasar internasional adalah Meksiko dengan US$10,7 juta dari penayangan di 3.967 layar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data dari pasar internasional di 60 negara menunjukkan film garapan Corin Hardy ini mendulang US$77,5 juta atau Rp1,1 triliun.
Box Office Mojo menyebut pencapaian The Nun ini menjadi kedua terbesar dalam sejarah penayangan di September. Di peringkat pertama masih ada It pada 2017 dengan US$123,4 juta.
Selain itu, dengan pendapatan akhir pekan pertama di pasar domestik tersebut, The Nun juga menjadi film rating R kedua yang mendapatkan box office akhir pekan pertama terbesar. Di posisi pertama masih ada It.
Lihat juga:Ulasan Film: 'The Nun' |
Namun diberitakan Variety, pendapatan The Nun ini belum termasuk dari pasar terbesar di dunia, China.
Di Negara Tirai Bambu tersebut, film Mission: Impossible - Fallout masih memimpin dengan pendapatan US$31,5 juta pada akhir pekan ini, turun 59 persen dari pekan lalu. Mission: Impossible - Fallout diketahui ditayangkan di 7.149 lokasi dengan 100 ribu jadwal penayangan per hari.
Namun perolehan box office ini tak seirama dengan perolehan nilai dari para kritikus. Berbagai laman agregator film menempatkan karya Corin Hardy ini dengan nilai yang kecil, yang berarti kurang memuaskan secara kualitas.
[Gambas:Youtube]
Laman agregator Rotten Tomatoes memberikan nilai The Nun 30 persen dari 69 ulasan yang telah dikumpulkan. Nilai ini adalah kedua terburuk setelah Annabelle (2014) yang mendapatkan 29 persen.
Web Metacritics memberikan The Nun nilai 46 dari 30 ulasan, lagi-lagi kedua terburuk setelah Annabelle. Namun bagi laman CinemaScore, The Nun adalah yang terburuk dengan nilai C.
Sejauh ini, berdasarkan tiga laman agregator tersebut, The Conjuring (2013) masih menjadi film terbaik The Conjuring Universe. (end)