"Saya pikir (membawakan album The Beatles secara penuh) itu ide yang keren tapi saya tidak tertarik untuk melakukan itu. (Durasi penampilan) Itu akan sangat terbatas," kata McCartney, dalam wawancara bersama NME.
McCartney mengapresiasi bila ada penggemar yang memintanya menyanyikan album The Beatles secara penuh. Namun musisi berusia 76 tahun ini berharap penggemarnya bisa menerima bila ia tidak membawakan lagu-lagu The Beatles.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awal September lalu mantan basis The Beatles ini merilis album terbaru bertajuk Egypt Station. Album Egypt Station merupakan karya sudio pertamanya dalam lima tahun sejak merilis album New pada 2013
Lagu Opening Station sebagai pembuka dan Station II sebagai salah satu terakhir hanya berisikan instrumental alat musik terinspirasi dari musik lokal dan disusun seperti sebuah kaleidoskop perjalanan.
McCartney menggambarkan Egypt Station seperti perjalanan dengan lagu menjelajah sebuah era baru dalam bermusik.
Kemudian Come on to Me disebut mengisahkan tentang rayuan McCartney dengan sentuhan rock mid-tempo pada bagian chorus. Sedangkan 'I Don't Know' terasa lebih kental dengan permainan piano dikombinasikan dengan ritme pop.
Egypt Station menjadi album solo ke-18 McCartney.
Paul McCartney merupakan satu dari dua anggota The Beatles yang masih hidup dan tahun lalu muncul dalam album anggota grup musik Inggris tersebut, Ringo Starr.
Baru-baru ini album terbaru Paul McCartney itu berhasil masuk ke jajaran puncak tangga lagu. Momentum tersebut menjadi yang pertama kalinya bagi McCartney setelah 36 tahun.
[Gambas:Youtube]
Nielsen Music mencatat Egypt Station terjual setara dengan 153 ribu kopi di Amerika Serikat sejak dirilis pada 7 September.
Namun data untuk kali ini ada yang sedikit berbeda dari pada beberapa tahun terakhir. Hampir semua penjualan album berasal dari penjualan tradisional dibandingkan streaming atau unduhan. Paul McCartney terakhir kali masuk ke jajaran puncak tangga lagu pada 1982 melalui Tug of War. (adp/end)