Dave Grohl menyebut keputusan Cobain mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri pada 24 tahun lalu amat memengaruhinya dalam banyak hal.
Ia harus bertahun-tahun menghadapi rasa kehilangan dan trauma tersebut hingga tak sanggup mendengar lagu Nirvana, apalagi memainkannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku tidak pernah menyetel rekaman Nirvana, sama sekali. Aku membawa mereka ke mana-mana, di mobil, ke toko," kata pria yang menyutradarai miniseri dokumentasi Sonic Highways itu.
"Aku ingat segalanya tentang rekaman itu. Aku ingat celana pendek yang kupakai, saat itu hari bersalju. Jika aku kembali mendengar Nirvana, aku selalu menemukan arti baru dari lirik Kurt," katanya.
"Tanpa bermaksud apapun, tapi kadang hal itu menghantamku lagi. Kau tiba-tiba berpikir, 'wow, aku tak menyadari dia merasa seperti itu saat itu'" ujar Grohl.
Bersama Kurt Cobain dan Krist Novoselic, Grohl menjadi sensasi dari Seattle di awal dekade '90-an. Setelah Nevermind dan In Utero meraup sukses luar biasa, Cobain bunuh diri akibat depresi.
"Nirvana bagiku seperti revolusi personal. Aku baru 21 tahun saat itu. Kau pikir kau tahu segalanya. Tetapi tidak. Kupikir aku tahu semuanya, dan menjadi bagian dari Nirvana menyadarkanku betapa sedikit yang kuketahui," ujar Grohl, dilansir dari NME.
"Nirvana adalah salah satu pencapaian tertinggi dalam hidupku, tetapi tentu juga salah satu yang paling rendah," kata Dave Grohl.
[Gambas:Youtube] (rea/end)