Dalam albumnya yang akan dirilis 21 September 2018, Yura menceritakan perjalanan terbahagia dan terpahit selama empat tahun kariernya di industri musik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
'Seseorang' inilah yang juga menurut Yura menjadi alasan lamanya proses pembuatan album keduanya.
Proses yang berat ini disebut Yura sebagai pendewasaan dirinya sebagai seorang wanita dan musisi independen dalam berkarya.
"Yura di album ini benar-benar jadi Yura yang seutuhnya, betul-betul musik yang aku mau dan aku suka," jelasnya.
Dalam albumnya yang terdiri dari 9 lagu, ada dua lagu yang punya porsi besar di hati Yura.
Di antaranya 'Buka Hati' yang diciptakan bersama solois Tulus dan lagu 'Merakit' yang disebutnya benar-benar menjelaskan perjuangan Yura di setiap liriknya.
"Lirik 'Merakit' betul-betul menjelaskan langkah demi langkah, mulai dari fase terburuk ke fase terbaik dan akhirnya bangkit, hingga kita akhirnya terus maju independen untuk bikin karya. Lagu 'Merakit' benar-benar menjelaskan semua," terang penyanyi kelahiran Bandung ini.
Entah siapa yang dimaksud Yura sebagai 'seseorang' itu, namun kini Yura sudah bisa berkarya mandiri melalui label rekaman baru miliknya sendiri bernama Ayura.
Label itu dibuat oleh Yura bersama manajernya, Tania Anggarda (Anya) dan bergerak secara independen.
Dalam album keduanya ini, Yura juga menyelipkan beberapa singlenya yang sudah pernah dirilis, seperti 'Intuisi', 'Takkan Apa', dan 'Harus Bahagia'.
(tas/ard)