Mulai dari petikan gitar yang apik, celetukan-celetukan humor garing nan nakal, hingga suara merdu khas masing-masing anggotanya membuat akustikan Daramuda Project tak kalah laku dengan panggung musisi lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketiga puan ini membuka panggung dengan membawakan lagu mereka masing-masing yang rilis di bawah nama Daramuda Project. Rara Sekar yang populer dari duo Banda Neira dengan Apati menjadi pembuka manis, kemudian sahaja Danilla di lagu Renjana menjadi lagu kedua, dan penampilan disambung Sandrayati Fay dengan Suara Dunia.
"Lagu Apati itu terinspirasi dari aksi ibu-ibu Kendeng dan Kulonprogo. Lagu ini sebagai refleksi kita sebagai orang kota. Kok nggak peduli (dengan alam)? Mungkin karena kita sibuk dan tertindas sama kehidupan sendiri," jelas Rara.
Alam memang menjadi perhatian utama pembuatan lagu-lagu Daramuda Project. Suara-suara alam bahkan kerap dihadirkan di panggung kedua trio ini dalam debut sebagai Daramuda Project. Bahkan, Sandrayati Fay menirukan suara burung dan beberapa hewan lainnya di tengah-tengah penampilannya menyanyikan lagu Suara Dunia.
Usai menyanyikan lagu-lagu secara terpisah, mereka sempat membagikan stiker kepada penonton yang hadir di panggung XYZ Synchronize Festival. Baru kemudian, mereka menyanyikan lagu Sejauh Mata Memandang dan Bukan Idola Remaja tanpa jeda.
"Terima kasih untuk teman-teman yang mau nonton. Semoga akan ada panggung-panggung selanjutnya, karena saya spesialis bubar," ucap Rara yang juga kakak Isyana Sarasvati tersebut, yang diikuti tawa penonton. (rea)