"Saya akan datang kalau memang ada yang melaporkan," kata Ingrid dalam jumpa pers di Jakarta, Sabtu (6/10).
Bahkan, Dorce mengaku siap mendatangkan pakar teknologi informatika jika diperlukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:5 Langkah Mendeteksi Kebohongan |
Keduanya harus memberikan klarifikasi soal foto memegang pamflet menampilkan wajah Ratna Sarumpaet yang lebam. Mulanya Ratna dikabarkan dianiaya, tetapi akhirnya dia mengaku telah membuat berita bohong (hoaks).
Awalnya Dorce tidak mengira jika sosok di foto tersebut adalah ibunda Atiqah Hasiholan.
Ketika itu, Dorce sedang mengunjungi restoran masakan khas Barat di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Dorce mengatakan melihat keramaian di restoran cepat saji, tak jauh dari lokasi sedang dia kunjungi.
Lihat juga:FOTO: Perubahan Rupa Para Seleb Oplas |
Ternyata di restoran cepat saji itu tengah berlangsung pertemuan aktivis yang juga dihadiri oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.
"Saya juga tidak sempat ambil foto (penyebar pamflet), orangnya tinggi besar," ujar Dorce.
Saat memasuki restoran itu, ia tak sengaja bertemu Ingrid beserta ibundanya. Lantas, Dorce memperlihatkan selebaran itu pada Ingrid.
Berlandaskan simpati, keduanya lalu berfoto sembari membawa pamflet. Foto itu diunggah dalam akun Instagram Inggrid Kansil. Akan tetapi, mantan anggota DPR itu telah menghapus unggahannya setelah pengakuan Ratna Sarumpaet
"Mungkin niat dia (Ingrid) ini baik turut prihatin dan menyuarakan anti kekerasan, datanglah dia ke saya, 'Bunda kita foto yuk, tapi pegang ini (pamflet)'. Ya udah saya pegang, tidak ada pikiran dia (Ingrid) akan posting, dia juga pun tidak ada pikiran kalau akan posting," kata Dorce.
Baik Dorce dan Ingrid mengaku tidak memiliki kedekatan khusus dengan Ratna Sarumpaet. Aksi mereka berfoto bersama dengan pamflet itu murni bentuk simpati atas kekerasan terhadap perempuan. Namun, keduanya terpaksa menanggung kecewa setelah mengetahui kejadian itu merupakan rekayasa Ratna Sarumpaet. (ulf/ayp)