Meski tampil hanya sebagai ilusi pantulan cahaya teknologi, Winehouse akan diiringi dengan backing vocal dan band dalam sebuah konser pada 2019 mendatang.
Konser yang dibiayai harta Winehouse dan perusahaan Base Hologram ini disambut dengan penuh haru oleh ayah pelantun 'You Know I'm Too Good' tersebut, Mitch.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Putri kami menyentuh hidup jutaan orang dan itu sangat berarti bahwa peninggalannya akan terus berlanjut dengan cara terobosan dan inovatif," lanjutnya dikutip dari People.
Yayasan itu pun dibentuk lantaran Winehouse meninggal akibat kecanduan alkohol, walaupun pernah direhabilitasi selama dua bulan.
Konsep konser dengan hologram ini bukan yang pertama di industri musik.
Praktik menghadirkan orang yang telah meninggal atau tidak dapat hadir di atas panggung dipopulerkan melalui konser musik Coachella pada 2012.
Pada saat itu, rapper Tupac Shakur dimunculkan melalui hologram yang telah dibuat selama empat bulan. Pun, proses yang panjang memakan biaya US$400 ribu.
Mendiang Michael Jackson juga pernah manggung dengan cara yang sama di ajang Billboard Music Awards pada 2014.
Sang bintang dunia itu bahkan menari lagu 'Slave to the Rhythm' dari albumnya bertajuk 'Xscape'.
Meski Amy Winehouse kerap berkutat dengan kecanduan alkohol, ia punya sederet prestasi di industri musik.
Dengan 'Back To Black', Amy Winehouse menyabet lima penghargaan dalam satu malam penghargaan Grammy Awards 2008 untuk kategori Record of the Year, Song of the Year, dan Best New Artist.
[Gambas:Youtube] (tsy/end)