Festival yang digelar sejak tahun 2004 ini menawarkan sesi diskusi, workshop, pemutaran film, pameran seni dan panggung musik serta seni budaya dalam setiap penyelenggaraannya.
Penggemar sastra juga bisa bertemu langsung dengan penulis idolanya yang diundang menjadi pembicara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak ketinggalan juga pemutaran film dokumenter perjalanan Chaplin pada tahun 1932 'Chaplin in Bali' (2017) dan 'Marlina: Si Pembunuh Dalam Empat Babak' (2017).
Selama lima hari, Ubud Writers & Readers Festival akan menggelar acaranya di tiga lokasi utama, yakni Taman Baca, Indus Restaurant dan NEKA Museum.
Dihelat oleh Yayasan Mudra Swari Saraswati, awalnya festival ini digelar untuk memulihkan Pulau Dewata yang dihantam Bom Legian.
[Gambas:Instagram]
Sejak saat itu nama festival ini selalu ramai peminat, baik dari dalam dan luar negeri.
Bagi yang ingin datang, panitia menyediakan paket menginap di tiga hotel rekanan mereka yakni Plataran Ubud, Alila Ubud dan Desa Visesa.
Tapi bagi yang ingin membeli tiket tanpa paket menginap, panitia menjualnya dengan harga Rp600 ribu untuk empat hari per orang, atau Rp180 ribu untuk satu hari per orang.
Kedua harga tiket tersebut ditujukkan bagi pengunjung dengan kartu identitas Indonesia.
Informasi lengkap terkait jadwal kegiatan dan pembelian tiket bisa diketahui melalui situs resmi Ubud Writers & Readers Festival, www.ubudwritersfestival.com