Marvel Menginspirasi Komik Adaptasi 'Si Buta dari Goa Hantu'

CNN Indonesia | Minggu, 28/10/2018 06:14 WIB
Marvel Menginspirasi Komik Adaptasi 'Si Buta dari Goa Hantu' Komik Digital Si Buta dari Gua Hantu (Dok. Bumilangit Komik). (Dok. Bumilangit Komik)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak hanya akan dibuat film layar lebar, komik lokal legendaris Si Buta dari Goa Hantu juga di-remake untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

Line Artist Iwan Nazif yang bertugas menggambar dalam komik Si Buta dari Goa Hantu mengatakan secara visual komik hasil adaptasinya terinspirasi komik Amerika Serikat keluaran Marvel, bukan Jepang (manga).

"Adaptasi kekinian dari si Buta. Sekarang itu orang lihat komik manga dan Marvel. Saya ke Marvel karena gambar lebih realis. Gayanya seperti komik Amerika. Tidak banyak narasi tapi lebih banyak aksi," kata Iwan saat ditemui di Indonesia Comic Con 2018, Jakarta Selatan, kemarin.


Gaya menggambar ala Marvel bertujuan untuk menjaga orisinalitas komik Si Buta karya Ganes TH yang telah berusia 51 tahun ini.

Iwan pun membeberkan alasannya melakukan adaptasi. Dia berpandangan karya asli Si Buta tidak cocok dikonsumsi oleh generasi milenial.

Potongan gambar sinetron Si Buta dari Goa Hantu. Selain diadaptasi ulang, komik Si Buta juga pernah dibuat versi sinetronnyaa. (Dok. Herry Topan Intercine Production)
Salah satu penyebabnya karena dalam satu halaman hanya terdapat dua panel gambar dengan banyak narasi.

"Model komik yang dulu jarang dilihat. Komik lama satu halaman itu hanya dua panel. Terdiri dari banyak narasi dengan balon kata," ujar Iwan.

Dalam kesempatan yang sama, penulis cerita komik adaptasi Si Buta dari Goa Hantu, Oyasujiwo mengatakan kisah Si Buta dari Gua Hantu ini dihidupkan kembali dalam proyek BumiLangit [R]evolusi.

"2017 kemarin bertepatan 50 tahun Si Buta. Ada tantangan agar kisah ini bisa hidup 50 tahun lagi," kata Oyasujiwo.

Oyasujiwo membenarkan alasan Iwan. Dia mengatakan tujuan remake kisah legenda ini agar secara visual dan gaya cerita Si Buta bisa cocok dikonsumsi oleh generasi milenial.

"Jadi naskah maestro (Ganes) digodok untuk dikonsumsi generasi milenial. Lebih ke tutur dan cara pandang dan visual yang cocok untuk generasi sekarang," ujar Oyasujiwo. (jnp/wis)


ARTIKEL TERKAIT