Line Artist Iwan Nazif yang bertugas menggambar dalam komik Si Buta dari Goa Hantu mengatakan secara visual komik hasil adaptasinya terinspirasi komik Amerika Serikat keluaran Marvel, bukan Jepang (manga).
"Adaptasi kekinian dari si Buta. Sekarang itu orang lihat komik manga dan Marvel. Saya ke Marvel karena gambar lebih realis. Gayanya seperti komik Amerika. Tidak banyak narasi tapi lebih banyak aksi," kata Iwan saat ditemui di Indonesia Comic Con 2018, Jakarta Selatan, kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iwan pun membeberkan alasannya melakukan adaptasi. Dia berpandangan karya asli Si Buta tidak cocok dikonsumsi oleh generasi milenial.
Potongan gambar sinetron Si Buta dari Goa Hantu. Selain diadaptasi ulang, komik Si Buta juga pernah dibuat versi sinetronnyaa. (Dok. Herry Topan Intercine Production) |
"Model komik yang dulu jarang dilihat. Komik lama satu halaman itu hanya dua panel. Terdiri dari banyak narasi dengan balon kata," ujar Iwan.
"2017 kemarin bertepatan 50 tahun Si Buta. Ada tantangan agar kisah ini bisa hidup 50 tahun lagi," kata Oyasujiwo.
Oyasujiwo membenarkan alasan Iwan. Dia mengatakan tujuan remake kisah legenda ini agar secara visual dan gaya cerita Si Buta bisa cocok dikonsumsi oleh generasi milenial.
Potongan gambar sinetron Si Buta dari Goa Hantu. Selain diadaptasi ulang, komik Si Buta juga pernah dibuat versi sinetronnyaa. (Dok. Herry Topan Intercine Production)