"Abimana Aryasatya sebagai Sancaka alias Gundala," kata Joko di panggung utama Indonesia Comic Con, Minggu (28/10).
Joko menjelaskan sudah membayangkan Abimana menjadi Gundala saat menulis naskah selama kurang lebih empat bulan. Gundala harus diperankan aktor bertalenta dengan karakter yang kuat tetapi rapuh. Menurutnya semua sifat itu ada pada Abimana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aktor Abimana Aryasatya berperan sebagai Sancaka alias Gundala dalam film Gundala. (Screenshot via First Look Film Gundala) |
Aktor berusia 36 tahun mulai berolahraga untuk membentuk badan supaya atletis ketika dipastikan memerankan Gundala. Setelah melewati proses pembentukan tubuh, berat badannya turun 5 kg sampai 6 kg.
"Gundala punya rasa sakit dan bukan jagoan yang tidak terkalahkan. Ia bisa menangis, sakit, jatuh cinta, sakit hati, bingung, itu semua ada. Bukan jagoan yang kalau bosen pergi ke Bulan," kata Abimana.
Saat ini Gundala masih dalam proses syuting hari ke-48, dari 55 hari yang dijadwalkan. Gundala direncanakan dirilis pada pertengahan 2019.
Gundala merupakan karakter ikonis karya Hasmi, yang muncul pertama kali dalam komik Gundala Putra Petir pada 1969. Komik fantasi ini sangat dipengaruhi oleh cerita pahlawan super Amerika Serikat untuk desain dan jenis kekuatan, yakni The Flash ciptaan Gardner Fox dari DC Comics.
Abimana Aryasatya dalam jumpa pers film Gundala. (CNN Indonesia/M. Andika Putra) |
Joko mengatakan Gundala akan berlatar tempat Jakarta. Pun cerita Gundala akan disesuaikan dengan masa kini.
Selain Abimana, Joko juga mengumumkan pemeran karakter lain. Mereka adalah Muzaki yang berperan sabagai Sancaka kecil, Tara Basro sebagai Wulan alias Merpati dan Bront Palarae sebagai Pengkor.
Gundala sempat diadaptasi menjadi film pada 1982 yang disutradarai Lilik Sudijo, juga dengan latar tempat Jakarta. Film itu dibintangi Teddy Purba, Ami Prijono dan W.D. Mochtar. (adp/ayp)

Abimana Aryasatya dalam jumpa pers film Gundala. (CNN Indonesia/M. Andika Putra)