Buku Baru Anita Tanjung Bertajuk 'Pesona Indonesia'

CNN Indonesia | Senin, 05/11/2018 00:50 WIB
Buku Baru Anita Tanjung Bertajuk 'Pesona Indonesia' Anita Chairul Tanjung saat peluncuran buku Pesona Indonesia di Hotel Westin, Jakarta (4/11). (CNN Indonesia/ Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Memasuki usia 50 tahun, istri pengusaha Chairul Tanjung, Anita Ratnasari Tanjung meluncurkan sebuah buku bertajuk 'Pesona Indonesia'. Buku tersebut bercerita tentang segala sesuai yang ada di nusantara, mulai Sabang hingga Merauke.

Saat ditemui dalam acara perayaan hari ulang tahun sekaligus perilisan buku keduanya itu, Anita berbagi cerita mengenai bukunya. Ia mengatakan inspirasi pembuatan buku berasal dari perjalanannya mengelilingi Indonesia, terutama saat bertemu dengan perempuan-perempuan Indonesia.

"Mereka kerja tanpa pamrih, itu inspirasinya, potensi alam luar biasa di Indonesia, dan suku budaya dari Sabang sampai Merauke, dan kita disatukan oleh Bhinneka Tunggal Ika," kata Anita, Minggu (4/11) malam.



Di dalam bukunya, Anita juga ingin mengajak seluruh masyarakat Indonesia mencintai, menghargai, melestarikan budaya, dan kekayaan alam Indonesia. Ibu dua anak itu pun berharap bukunya juga dapat mengharumkan pariwisata dalam negeri ke mancanegara.

"Kita ada 300 kelompok etnis, dan 700 perbedaan bahasa itu luar biasa sekali. Saya mencintai dan karena itu saya ingin pelajari dan menuangkannya dalam sebuah buku. Melukiskan keindahan Indonesia melalui buku Pesona Indonesia," ujar Anita.

Dalam acara peluncuran buku tersebut, turut hadir pula Calon Wakil Presiden nomor urut satu Ma'ruf Amin, Presiden Indonesia ke-enam Susilo Bambang Yudhoyono, istri Wakil Presiden Jusuf Kalla, istri dari Calon Wakil Presiden nomor urut dua Sandiaga Uno, para menteri hingga pejabat kedutaan.

"Mudah-mudahan buku ini bisa laris seperti buku Chairul Tanjung, si Anak Singkong. Kan buku itu terjual 1 juta copy," kata Anita.



CT Arsa Foundation

Dalam kesempatan yang sama, Anita sempat menyatakan mimpi lainnya dalam dunia penididikan Indonesia. Melalui CT Arsa Foundation, dirinya bertekad memajukan pendidikan anak di tanah air, khususnya bagi mereka yang tidak mampu.

"Saya niat di sisa umur ini ingin membiat yang terbaik dan bermanfaat bagi orang lain," kata Anita.

CT Arsa Foundation merupakan yayasan yang dibentuknya pasca tsunami di Aceh pada 2004 silam. Usai bencana tersebut ada sekitar 600 anak diselamatkan dan dibawa ke Deli Serdang, Sumatera Utara.

Anak-anak korban bencana itu dirawat dan disekolahkan. Kemudian, mereka semua tinggal di asrama bernama Rumah Anak Madani.

"Sekarang mereka sudah pada lulus dan bekerja. Sejalan dengan itu, pada 2010 kami mendirikan sekolah dari CT Arsa Foundation, yang kami terima adalah anak tidak mampu tapi harus pintar," ucapnya.


Dari sekolah yang ia bangun, pencapaian terbesar adalah 95 persen anak itu dapat diterima kuliah di perguruan tinggi negeri, termasuk Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan lainnya.

Oleh karenanya, usai membangun sekolah yang sama di Solo, Jawa Tengah, ia bermimpi bisa mendirikan banyak sekolah lain di seluruh pelosok negeri.

"Sebetulnya CT Arsa Foundation, CT adalah choirul tanjung dan Arsa berasal dari nama saya Anita Ratnasari. Arsa dalam bahasa sansekerta punya arti happines (kebahagiaan). Jadi kami punya visi memutus mata rantai kemiskinan dengan pendidikan optimal dan kesehatan optimal," kata Anita.

(ryh/lav)


ARTIKEL TERKAIT