Dalam rilis resmi itu, dikutip dari Ace Showbiz, disebut kombinasi obat yang ditelan Miller secara bersamaan adalah penyebabnya. Kombinasi kokain, etanol, dan fentanil di dalam tubuhnya menjadi pemicu keracunan yang akhirnya berujung pada kematian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria bernama asli Malcolm McCormick ini memang telah lama terbuka berjuang melawan kecanduannya akan obat-obatan yang dicampur penggunaannya.
"Banyak komentar yang lebih menuju kepada saya sebagai seorang pribadi. Jujur, itu hal yang lebih buruk. Anda baru 19 tahun dan merasa sangat antusias dengan rilisnya album pertama Anda. Anda rilis dan ternyata tak ada yang menghargai apa yang Anda lakukan," ujarnya kepada Complex pada 2013 silam.
Mac Miller meninggal pada September silam. Ia ditemukan asistennya dalam keadaan tak bernyawa di kediamannya di Los Angeles.
Alkohol dan beberapa pil obat-obatan juga turut dijumpai di dekat tubuh mendiang Miller.
Sebelum kematiannya pada September lalu, Miller juga sempat bermasalah perihal tindakan kekerasan akibat pengaruh alkohol dan penangkapannya karena mengendara dalam kondisi mabuk hingga menyebabkan kecelakaan pada Mei silam. Namun setelah kematiannya, Jaksa Pengadilan Los Angeles memutuskan pembatalan tuntutan terhadapnya. (dna/rea)