Adik perempuan Ahok, Fifi Lety Tjahaja, mengaku enggan menonton film tersebut karena dirinya merasa banyak adegan di film ini yang berbeda dengan kenyataan.
Fifi mengungkapkan kekecewaannya melalui sebuah unggahan video di akun Instagram pribadinya. Menyertai video yang berdurasi sekitar enam menit tersebut, ia menuliskan tanggapannya atas film yang disutradarai oleh Putrama Tuta tersebut dalam kolom komentar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rasa kekecewaannya semakin terasa karena dirinya pernah membantu proses pembuatan film ini. Ia menyebutkan bahwa dirinya pernah berkali-kali mencoret transkrip dan meminta pihak pembuat film membuang semua adegan bohong. Namun ternyata transkrip tersebut baru diberikan kepadanya setelah proses pengambilan gambar sudah rampung.
"Untunglah semua bagian bohong, tidak sesuai aslinya, sudah di-cut. Itupun setelah Koko Ahok sendiri yang minta baru mereka mau cut bagian-bagian tersebut. Akhirnya keluarga terpaksa terima tidak sesuai dengan true story, asal ada foto-foto asli kami dimasukkan di film tersebut," tulis Fifi.
"Untuk film saya sudah minta berkali-kali gambaran papa saya disesuaikan dengan papa saya, tetapi karena mereka sudah selesai syuting baru kasih lihat transkrip ke kita.. ya jadi sedih kok papa saya kayak gitu cara pakaiannya, gayanya, semua beda," ujarnya lebih lanjut.
Kontras dengan respon Fifi, adik kedua Ahok, Basuri Tjahaja Purnama, justru terharu kala menonton film 'A Man Called Ahok'. Ia merasa sang sutradara sudah melakukan tugasnya dengan sangat maksimal. Pasalnya kala menonton film tersebut, dirinya seperti dibawa mesin waktu ke masa kecil dan kondisi keluarga mereka kala itu.
Sang sutradara, Putrama Tuta, menyatakan bahwa film ini merupakan sebuah film drama yang pasti akan membawa pengembangan cerita dan karakter yang ada di film itu sendiri. Perihal pengambilan adegan dan jalan cerita dirinya selalu didampingi oleh sang penulis buku, Rudi Valinka.
"Yang saya pilih adalah saya lebih mengambil nilai dan visi yang terpenting untuk cerita. Akan sangat sulit kalau kita samakan 100% mereplika tampilan estetika beliau," ujarnya kala diwawancarai CNNIndonesia.com via telepon.
Pria yang akrab disapa Tuta ini juga menuturkan bahwa dirinya sempat bertemu dengan pihak keluarga mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut untuk memperlihatkan draft film tersebut.
"Buat saya yang paling penting itu saya bisa ngambil nilai-nilai yang ditinggalkan Pak Kim Nam kepada anak-anaknya," tukasnya lagi.
[Gambas:Instagram]
(dna/rea)