Bukan hanya berisikan lagu, album tersebut juga berisikan musik skor film yang disutradarai Garin Nugroho ini. Total ada 11 lagu yang terdiri dari lima musik skor dan enam lagu, empat di antaranya merupakan lagu lama karya musisi Indonesia yang dinyanyikan ulang oleh sejumlah musisi.
Lagu Hanya Semalam (Ismail Marzuki) dinyanyikan Endah Laras, Rindu Lukisan (Ismail Marzuki) dinyanyikan Tilly Haryanto, Apatis (dipopulerkan Benny Subardja) dinyanyikan Mondo dan Bimbang Tanpa Pegangan (Sjaiful Bachri) dinyanyikan Danilla.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:5 Video Musik Rasa Lokal Akhir Minggu |
"Pertama kali Mas Garin menceritakan tentang film ini dan konsep musik yang dibayangkan, beliau bilang ingin menggunakan lagu dan musik sebagai penanda jaman yang membuka ruang memori dan sejarah kita," kata Mondo dalam siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com.
Kemudian dua lagu Into the Clouds, Out of the Ocean dan Apatis dinyanyikan sendiri oleh Mondo. Ia juga menulis lagu Dari Seberang bersama Garin.
[Gambas:Youtube]
Film Kucumbu Tubuh Indahku bercerita tentang kehidupan seorang penari tradisional lengger bernama Juno. Garin mengaku terinspirasi oleh Rianto, mantan penari lengger yang menjajak level kaliber internasional dan menetap di Tokyo.
Kucumbu Tubuh Indahku meraih beberapa penghargaan, di antaranya adalah penghargaan sebagai film terbaik di 3 Continent Film Festival di Nantes (Prancis) dan Cultural Diversity Award under the patronage of UNESCO pada perhelatan Asia Pasific Screen Awards ke-12 di Brisbane, Australia.
Selain itu, film tersebut juga malang-melintang di berbagai festival film internasional. Yaitu Le Bienalle Venice Film Festival, Busan International Film Festival, Adeleide Film Festival, Singapore International Film Festival.
Kucumbu Tubuh Indahku tayang perdana di Indonesia hari ini dalam acara Jogja-NETPAC Film Festival 2018. Tahun ini merupakan kali ke-13 Jogja-NETPAC Film Festival digelar. (adp/rea)