Jadi Korban Tsunami, Anggota Band Seventeen Belum Diketahui

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Minggu, 23/12/2018 09:13 WIB
Jadi Korban Tsunami, Anggota Band Seventeen Belum Diketahui Vokalis band Seventeen, Ifan mengaku istri serta sejumlah bandnya masih hilang setelah tersapu tsunami Selat Sunda yang terjadi pada Sabtu (22/12) malam. (WikiImages/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Band Seventeen juga menjadi korban tsunami Selat Sunda yang terjadi pada Sabtu (22/12) malam. Sang vokalis, Ifan mengaku anggota band, bahkan istrinya menjadi korban tsunami dan belum diketahui keberadaannya.

Melalui sebuah video yang diunggah ke akun media sosialnya, Ifan menjelaskan bahwa sang gitaris, Herman, drummer Andi, dan anggota lainnya, Uje, bisa segera ditemukan dan dalam kondisi selamat.

Selain itu, dirinya meminta para fan mengikhlaskan dan mendoakan bagi anggota band tersebut lainnya, Bani dan Oki.


"Minta doanya agar istri saya @dylan_sahara , trus mas @hermanseventeen @andi_seventeen sama @uje17_rukmanarustam cepet ktmu dalam keadaan selamat sehat walafiat. Minta ikhlas nya buat orang2 tersayang mas @baniseventeen dan mas @oki_wijaya," kata Irfan dalam unggahannya.

[Gambas:Instagram]

Band Seventeen dikabarkan menjadi korban tsunami selat sunda saat mereka manggung di kawasan Pantai Carita, Banten, menurut unggahan Rian D'Masiv melalui unggahan di media sosialnya pada Sabtu (22/12) malam.

[Gambas:Instagram]

Melalui wawancara dengan CNN Indonesia TV, Minggu (23/12) pagi, Kapolda Banten Brigjen Pol Tomsi Tohir mengaku masih belum bisa memberikan kepastian kabar anggota band Seventeen yang masih hilang lantaran masih melakukan pendataan terhadap korban di kawasan terdampak tsunami.


Insiden tsunami selat sunda sebelumnya terjadi pada Sabtu (22/12) malam. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bahwa korban tewas sejauh ini mencapai 43 orang dengan korban luka-luka sebanyak 584 orang.

"Hingga Minggu, 23 Desember pukul 07.00 WIB, data sementara jumlah korban dari bencana tsunami di Selat Sunda tercatat 43 orang meninggal dunia, 584 orang luka-luka, dan 2 orang hilang," ucap Sutopo melalui pernyataan yang diterima CNNIndonesia.com pada Minggu (23/12).

Sutopo mengatakan tsunami yang menerjang pesisir Pandeglang dan Lampung tersebut juga menyebabkan kerugian fisik seperti 430 unit rumah, 9 hotel, 10 kapal, dan puluhan bangunan lainnya rusak berat.


Sutopo memaparkan di Kabupaten Pandeglang tercatat 33 orang meninggal dunia, 491 orang luka-luka, 400 unit rumah rusak berat, sembilan hotel rusak berat, dan 10 kapal rusak berat.

"Daerah yang paling terdampak adalah permukiman dan kawasan wisata di sepanjang pantai seperti Pantai Tanjung Lesung, Sumur, Teluk Lada, Penimbang dan Carita. Saat kejadian banyak wisatawan berkunjung di pantai sepanjang Pandeglang," kata Sutopo.

[Gambas:Video CNN] (end)


ARTIKEL TERKAIT