Dengan perkembangan teknologi berupa aplikasi khusus, pembuat video porno palsu itu menempelkan gambar wajah ScarJo ke wajah pemain video porno sehingga seolah-olah asli.
Video jenis itu pun kerap disebut sebagai 'bocoran' atau hasil retasan dan kerap mendulang 'klik'. Washington Post mengatakan satu video bisa ditonton 1,5 juta kali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai aktris yang pernah mengalami peretasan sungguhan pada 2011, Johansson mengatakan dirinya tak terpengaruh dengan keberadaan video tersebut.
"Jelas hal itu tidak banyak memengaruhi saya karena orang menduga itu bukan saya yang sesungguhnya dalam video porno," kata Johansson kepada Washington Post.
Meski terkesan kalem, ScarJo mengatakan bahwa hak setiap individu untuk berjuang atas hak cipta gambar dirinya sendiri.
"Itu sesuatu hal yang sia-sia bagi saya, namun akan beda halnya bila seseorang kehilangan pekerjaannya gara-gara fotonya digunakan untuk hal seperti itu," kata ScarJo.
ScarJo pun meminta semua pihak, terutama perempuan, untuk menjaga identitas diri dan konten personal mereka.
"Internet hanya tempat lain seks dijual dan orang rentan menjadi mangsanya. Dan setiap hacker tingkat rendah dapat mencuri kata sandi dan mencuri identitas," kata Scarlet Johansson, dikutip dari Washington Post.
"Ini hanya masalah waktu sebelum satu orang menjadi target." lanjutnya. (nda/end)