Vallelonga sendiri telah menghapus akun media sosialnya kala unggahan yang dibuat pada 2015 itu muncul ke permukaan dan menimbulkan kontroversi.
"Saya ingin minta maaf. Saya menghabiskan hidup saya mencoba membawa kisah tentang mengatasi perbedaan dan mencari persamaan ke layar lebar, dan saya amat meminta maaf kepada siapa pun yang berkaitan dengan Green Book," kata Vallelonga dalam pernyataannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Vallelonga juga meminta maaf kepada mendiang ayahnya dan berjanji dirinya mendapatkan banyak pembelajaran. "Green Book adalah kisah tentang cinta, penerimaan, dan mengatasi hambatan. Dan saya akan melakukan yang lebih baik," katanya.
"Kami menemukan unggahan Twitter Vallelonga menyinggung, berbahaya, dan bertentangan dengan nilai-nilai Participant Media. Kami menolaknya tanpa ragu," katanya, dikutip dari Entertainment Weekly.
Nick Vallelonga, salah satu penulis dan produser film 'Green Book' yang memenangkan piala Golden Globe Awards 2019 sebelumnya dikabarkan menghapus akun media sosialnya begitu kicauan lama yang bernada menyudutkan Muslim Amerika Serikat kembali muncul.
Kicauan yang disebut dibuat pada 2015 tersebut berisi kalimat dari dirinya yang menuding Muslim di New Jersey bersorak kala kejadian serangan terorisme 11 September 2001 silam.
"100 persen benar," kata Vallelonga pada 25 November 2015 membalas kicauan Donald Trump yang kala itu belum menjadi Presiden AS.
"Muslim di Jersey City bersorak ketika menara kembar runtuh. Saya melihatnya, sama seperti Anda, mungkin di berita lokal CBS News," lanjutnya.
Tudingan ini sendiri telah dibuktikan sebagai berita hoaks oleh sejumlah media, seperti The New York Times dan Washington Post.
Kicauan Vallelonga tersebut muncul kembali beberapa hari setelah Green Book meraih piala Golden Globe untuk penghargaan Best Actor in a Supporting Role in any Motion Picture lewat Mahershala Ali, Best Screenplay dan Best Motion Picture - Musical or Comedy.
[Gambas:Twitter] (end)