Rihanna yang memiliki nama lengkap Robyn Rihanna Fenty mendaftarkan gugatan untuk ayahnya, Ronald Fenty, dan dua rekan bisnisnya di pengadilan federal Amerika Serikat di Los Angeles pada Selasa (15/1) waktu setempat.
Ketiganya digugat karena menggunakan nama "Fenty" untuk bisnis mereka, Fenty Entertainment, dan menyebut perusahaan tersebut ada kerja sama dengan label "Fenty" milik Rihanna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gugatan itu mengatakan Rihanna "sama sekali tidak berhubungan" dengan Fenty Entertainment, namun perusahaan itu menyalahgunakan namanya dan membuat seolah-olah memiliki keterikatan dengan pelantun Unfaithful tersebut.
Gugatan itu juga mengatakan bahwa Fenty Entertainment menyebut bahwa Rihanna terlibat dalam proyek hotel butik perusahaan tersebut.
Dokumen pengadilan itu turut menyebut bahwa meski telah berulang kali diberi teguran bahwa mereka tidak memiliki hak untuk menggunakan label "Fenty" atau pun mengatasnamakan Rihanna, Ronald Fenty dan rekan bisnisnya tetap melakukan tindakan tersebut.
Reuters menyebut pihak Fenty Entertainment tidak dapat dihubungi ketika diminta tanggapannya.
Hubungan Rihanna dengan ayahnya sendiri diketahui memang sudah merenggang sejak penyanyi wanita tersebut masih anak-anak.
Masa anak-anak Rihanna amat terganggu dengan kecanduan ayahnya terhadap kokain dan alkohol. Hal itu menyebabkan ketegangan dalam hubungan orang tuanya.
Karena hubungan yang tak harmonis tersebut, Rihanna disebut mengalami stres berat hingga kerap kali pusing kepala hebat dan menjalani pemeriksaan. Dokter sempat mengira Rihanna memiliki tumor di otak karena saking seringnya pusing kepala.
Namun ketika Rihanna berusia 14 tahun, kedua orangtuanya bercerai dan kesehatannya semakin membaik.
[Gambas:Youtube] (end)