Kulit sang jin tidak berwarna biru, padahal di film Aladdin si jin begitu lekat di ingatan dengan kulit warna birunya.
Melansir Aceshowbiz, Smith akan tetap tampil menjadi jin berkulit biru. Warna biru kelak akan muncul ketika efek visual sudah diberikan dalam film.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Instagram]
"Saya menginginkan laki-laki yang lahir tahun 70-an dan berotot untuk peran itu [jin]" kata Ritchie kepada Entertainment Weekly.
"Dia [Smith] cukup besar namun tidak terlalu berotot, sepertinya dia menghitung kalorinya, tetapi dia cukup kuat seperti kalian tahu, ketika dia ada di dalam ruangan," lanjutnya.
Sutradara berkebangsaan Inggris itu mengungkapkan karakter jin di filmnya 'lebih sadar diri'. Dia suka sang jin yang memiliki ego dan peduli tentang bagaimana dirinya ditampilkan karena ia telah melakukan ini sejak lama.
Film yang skenarionya ditulis John August ini adalah versi yang dihidupkan kembali dari film animasi Aladdin tahun 1992. Dibintangi oleh Mena Massoud (Aladdin) dan Naomi Scott (Jasmine), film ini akan ditayangkan dalam format live-action.
Secara garis besar, cerita akan tetap menyuguhkan kisah Aladdin yang jatuh cinta pada Jasmine. Aladdin memohon keinginannya untuk menjadi pangeran dan menikahi Jasmine kepada jin dari lampu ajaib. Namun perjalanannya tidak mudah, karena ada Jafar si tokoh jahat yang juga ingin menguasai jin dan lampu ajaibnya.
Aladdin menjadi proyek Smith setelah dirinya membintangi Collateral Beauty (2016) dan Bright (2017). Aktor berusia 50 tahun itu terkenal membintangi film-film hit seperti Men In Black dan The Pursuit of Happyness.
Film Aladdin akan tayang perdana 24 Mei mendatang. (rea)