Kata Singer, majalah Esquire pernah menyiapkan artikel serupa yang ditulis oleh jurnalis yang disebutnya "homofobia." Namun artikel itu tak jadi tayang setelah serangkaian cek fakta yang mendalam. Sumber-sumber yang diwawancara jurnalis itu juga dirasa kurang kredibel.
"Tapi itu tidak menghentikan sang penulis untuk menjualnya ke The Atlantic," tulis Singer.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui The Atlantic lah ia disebut melecehkan empat pria secara seksual, bahkan saat mereka di bawah umur. Ada yang mengaku diajak berhubungan intim saat usianya masih 17 tahun. Ada yang disebut melakukan seks oral, bahkan ada yang dilecehkan di lokasi syuting.
Singer menyayangkan The Atlantic yang tidak mengecek ulang standar jurnalisme yang disebutnya "rendah" itu. "Lagi, saya dipaksa mengulang untuk membicarakan kembali klaim cerita ini dari perkara hukum palsu yang diajukan oleh orang-orang tanpa reputasi yang mau berbohong demi uang atau perhatian," demikian Singer menulis dalam pesannya.
The Atlantic sendiri mengaku sudah menghabiskan 12 bulan untuk menginvestigasi kasus pelecehan seksual yang dilakukan Singer. Mereka juga mewawancarai lebih dari 50 sumber. Mereka yang diwawancara, mengutip Deadline, mengaku depresi usai kejadian itu.
Sebelumnya, Singer pernah diadukan ke hukum oleh Cesar Sanchez-Guzman, pada 2017 lalu. Ia mengaku diperkosa oleh sang sutradara di sebuah yacht pada 2003. Kasusnya masih tertunda.
Singer tidak menyutradarai Bohemian Rhapsody sepenuhnya. Ia dipecat dua pekan sebelum produksi rampung pada Desember 2017. Namanya masih tercatat sebagai sutradara, namun ia tak ikut naik ke atas panggung saat Bohemian Rhapsody juara Drama Terbaik Golden Globes. (rsa)