"Kalian akan melihat lebih banyak karakter. Karena kami tidak menggunakan mereka sebanyak yang kami inginkan [dalam film pertama],'' kata Chu.
"Kami akan bermain dengan keuntungan kami dan bersenang-senang. Ya, bukankah itu segalanya dan akan lebih banyak lagi?'' lanjut sutradara kelahiran California itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya menyoroti ayah Rachel, film tersebut pun menceritakan kisah romansa sepupu Nick bernama Astrid Young dan suaminya Charlie, serta kisah Kitty Pong yang memiliki hubungan dengan Bernard Tai.
Pemeran Goh Peik Lin, Awkwafina menambahkan kalau di sekuel ini dirinya akan mendapatkan seorang kekasih.
Proses produksi Crazy Rich Asians ini akan dimulai setelah Chu usai mengerjakan proyek In The Heights, sebuah musikal karya Lin Manuel Miranda yang rilis pada tahun 2020 mendatang.
Tidak berhenti di sekuel pertama, mengingat novel Kwan adalah sebuah trilogi, akan ada satu film lagi yang akan digarap setelah Crazy Rich Asians ini. Hal itu diungkapkan oleh sang produser Brad Simpson.
''Kita memiliki sebuah rencana dengan Kevin untuk dua film selanjutnya. Jadi berharaplah juga film ketiganya!'' ujar Simpson.
Crazy Rich Asians yang rilis Agustus 2018 menjadi film hit yang berhasil meraup keuntungan box office sebesar US$238 juta atau setara Rp3,3 triliun.
Film ini bahkan menarik perhatian aktor Dwaney Johnson untuk ikut terlibat di dalamnya.
Johnson bahkan sempat disebut ambek lantaran tidak diberi peran dalam film hit itu oleh Chu. "The Rock menelepon saya, dia ambek karena saya tidak memanggilnya untuk itu," ujarnya, dikutip dari People.
Namun disebutkan salah satu aktor Ronnie Chang tidak setuju dengan keterlibatan Johnson dalam film itu.
Film yang ditulis oleh Peter Chiarelli dan Adele Lim ini juga sukses meraih dua nominasi Golden Globe Awards 2019, di kategori Best Actress in a Comedy or Musical dan Best Motion Picture. Sayangnya Crazy Rich Asians gagal membawa pulang piala itu. Film komedi romantis ini pun tidak mendapat nominasi di Piala Oscar 2019. (nda/rea)